Pemandian Rudang Mayang, Lokasi Wisata di Langkat yang Tawarkan Keindahan Alam dan Kesejukan Air
Bagi Anda wisatawan yang datang dari Kota Medan, akan memakan waktu tempuh sekitar satu jam lebih menggunakan transportasi darat.
Penulis: Satia | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN.COM, STABAT - Pemandian alam Rudang Mayang, yang terletak di Desa Namu Ukur, Kabupaten Langkat memiliki daya tarik sendiri untuk datangkan wisatawan.
Baca juga: Kini Punya Ayah, El Barack Sempat Minta Ini ke Vincent Verhaag, Suami Jessica Iskandar Terharu
Dibuka sekitar tahun 2018 yang lalu, pemandian ini ramai dikunjungi pada akhir pekan.
Air yang sejuk dan jernih, menjadi ciri khas utama untuk menarik wisatawan datang ke lokasi ini.
Bagi Anda wisatawan yang datang dari Kota Medan, akan memakan waktu tempuh sekitar satu jam lebih menggunakan transportasi darat.
Tak perlu takut, bagi Anda yang tidak mengetahui arah ke lokasi ini bisa mencarinya di aplikasi peta pada smartphone.
Tidak sedikit juga warga dari luar Kota Binjai, Medan dan Kabupaten Langkat yang datang berkunjung ke lokasi ini.
Di lokasi ini cocok dikunjungi bersama keluarga.
Sebab, lokasi yang ditawarkan begitu tepat untuk dilewatkan bersama dengan keluarga.
Tampak dari kejauhan, tiga aliran air terjun menjadi daya tarik pengunjung untuk mengabadikan momen dengan berfoto selfie.
Namun, tak hanya itu, bebatuan yang ada di dalam air menjadi hal tidak kalah seru dinikmati pengunjung untuk bersantai mendengari gemercik suara air.
Pengunjung diharapkan untuk berhati-hati selama berada di lokasi pemandian ini.
Baca juga: KABAR TERBARU Polisi Dianiaya Atasan, Brigadir Sony Malah Minta Maaf dan Ngaku Menyesal
Di beberapa titik pemandian, terdapat dataran yang cukup dalam.
Lokasi pemandian alam Rudang Mayang sendiri, dikelilingi rimbunnya pepohonan yang hijau.
Bagi pengunjung yang ingin menguji adrenalin, tersedia arung jeram dari ban yang disewakan oleh pengelola. Harga sewa pun tergantung ukuran bannya.
Sedangkan biaya masuk di lokasi pemandian ini cukup terjangkau Rp 20 ribu permobilnya atau Rp 10 ribu persepeda motornya sedangkan untuk sewa lapak dikenakan perharinya Rp 50 ribu.
(wen/tribun-medan.com