Breaking News:

Dugaan Korupsi Puluhan Miliar di KPU Sergai, Kejari Tetapkan Tiga Tersangka

Penetapan tiga tersangka ini, buntut dari penggeledahan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sergai beberapa waktu yang lalu.

TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
PENYIDIK Kejaksaan Negeri (Kejari) Sergai menggeledah kantor KPU Sergai, Kamis (20/5/2021). Ada kabar penggeledahan ini terkait dugaan penyelewengan anggaran Pilkada 2020.(TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR) 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Kejaksaan Negeri Serdangbedagai (Sergai) menetapkan tiga tersangka terkait dugaan korupsi Dana Hibah Pilkada Tahun 2019 – 2020 dari APBD Kabupaten Sergai sebesar Rp 36,5 miliar.

Penetapan tiga tersangka ini, buntut dari penggeledahan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sergai beberapa waktu yang lalu. Saat itu Kejari Sergai menyita dokumen sebanyak sepuluh kotak  dari Kantor KPUD. Selain pihak kejaksaan, kasus ini juga sudah ditangani oleh Biro Hukum maupun Inspektorat KPU RI.

"Pada hari inin kami menyampaikan progres pemeriksaan terkait Dana Hibah Pilkada Sergai. Awalnya kita meriksa tiga orang saksi. Setelah pemeriksaan kita tetapkan tiga tersangka," ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Serdang Bedagai, Donny Haryono, Rabu (27/10/2021).

Sebelum ditetapkan tersangka, ketiganya  ini diperiksa selama enam jam.

Adapun identitas ketiga tersangka yaitu, Dharma Eka Surbakti (56) selaku seketaris atau KPA, kemudian Chairul Miftah Nasution (37) selaku BPK, dan Rahmansyah (38) selaku bendahara pengeluaran pembantu.

"Masing-masing tersangka punya peranan sendiri-sendiri dalam tindak pidana korupsi ini. Kita melakukan penetapan tersangka setelah melakukan audit terkait dengan kerugian negara 1,2 miliar," ujar Donny.

Baca juga: Pihak KPUD Sergai Bakar Dokumen Kasus Dugaan Korupsi, Nilai Korupsi Rp 36,5 Miliar

Barang bukti yang diamankan pada saat penggeledahan di Kantor KPU Sergai, berupa dokumen-dokumen, dan uang sebesar Rp 199 juta. "Kita akan melakukan tracing juga serta bekerjasama dengan intel dan Pidsus untuk melakukan pengembalian kerugian negara ini," ujar Donny.

Ditahan 20 Hari

KETIGA tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3. "Untuk tersangka lain, kemungkinan itu tetap terbuka. Kita akan melihat fakta-fakta baru dan alat bukti yang mendukung, bisa saja ada tersangka yang baru," ujar Donny.

Sementara itu, ketiga tersangka di tahan selama 20 hari di Rutan Kelas II B Tebingtinggi.

"Ancama hukumannya, kalau yang pasal 2 ayat 1 maksimal 15 tahun penjara, minimal empat tahun, sedangkan pasal 3 satu tahun penjara," ujar Donny.

"Saat dilakukan pemeriksaan, ketiga tersangka kondisi kesehatan baik-baik saja," pungkasnya.(cr23/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved