Breaking News:

Jaksa Jadikan Sekretaris KPU Sergai Sebagai Tersangka Korupsi Dana Hibah Pilkada

Kejari Sergai akhirnya menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pilkada 2019-2020 di Kabupaten Sergai

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
Satu diantaranya ketiga tersangka terkait Dana Hibah Pilkada Tahun 2019 – 2020 dari APBD Kabupaten Sergai, Rabu (27/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI - Kejaksaan Negeri Serdangbedagai (Sergai) menjadikan Sekretaris KPU Sergai, Dharma Eka Surbakti menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pilkada Sergai tahun 2019-2020 senilai Rp 36,5 miliar.

Selain Dharma, jaksa juga menetapkan dua tersangka lainnya.

Mereka adalah Chairul Miftah Nasution (37), selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), dan Rahmansyah (38) Bendahara Pengeluaran Pembantu KPU Sergai

"Pada hari ini kami menyampaikan progres pemeriksaan terkait dana hibah Pilkada Sergai. Awalnya kami meriksa tiga orang saksi, setelah pemeriksaan kami tetapkan ketiga saksi ini sebagai tersangka," kata Kepala Kejari Sergai, Donny Haryono, Rabu (27/10/2021). 

Baca juga: Penyelewengan Dana Hibah Puluhan Miliar di KPU Sergai, PPK Komplain Dipanggil Jaksa

Dia mengatakan, masing-masing tersangka punya peranan sendiri dalam tindak pidana korupsi ini.

"Kami melakukan penetapan tersangka setelah pelaksanaan audit terkait dengan kerugian negara 1,2 miliar," ujar Donny. 

Barang bukti yang diamankan pada saat penggeledahan di Kantor KPU Sergai berupa dokumen-dokumen, dan uang sebesar Rp 199 juta.

"Kita akan melakukan tracing juga, kerja sama Intel bersama Pidsus untuk melakukan pengembalian kerugian negara ini," ujar Donny. 

Ketiga tersangka dijerat atas Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga: Ketua KPU Sergai Berharap Dugaan Korupsi di Lembaganya Bisa Selesai

"Untuk tersangka lain, kemungkinan itu tetap terbuka. Kita akan melihat fakta-fakta baru dan alat bukti yang mendukung, bisa saja ada tersangka yang baru," ujar Donny. 

Sementara itu, ketiga tersangka di tahan selama 20 hari di Rutan Kelas II B Tebingtinggi.

"Ancama hukuman, kalau yang pasal 2 ayat 1 maksimal 15 tahun penjara, minimal empat tahun, sedangkan pasal 3 satu tahun penjara," ujar Donny.

"Saat dilakukan pemeriksaan, ketiga tersangka kondisi kesehatan baik-baik saja," sambungnya. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved