Breaking News:

Jalur Medan-Berastagi Ditutup Sementara, Harga Cabai Merah Melambung Hingga Rp50 Ribu per Kg

Harga cabai merah di beberapa pasar tradisional Sumatera Utara mengalami kenaikan harga signifikan dalam beberapa hari terakhir. 

Penulis: Kartika Sari | Editor: Liston Damanik
Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Pedagang cabai merah di Pasar Petisah, Minggu (26/7/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Harga cabai merah di beberapa pasar tradisional Sumatera Utara mengalami kenaikan harga signifikan dalam beberapa hari terakhir. 

Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Sumut Barita Sihite mengungkapkan adanya keterbatasan stok untuk pasokan ke pasar besar.

"Sudah tiga hari ini cabai merah mengalami kenaikan signifikan. Kalau yang kita lihat dari lapangan, ada indikasi keterbatasan stok baik lokal maupun dari Jawa akibat adanya faktor cuaca," ungkap Barita, Rabu (27/10/2021).

Adapun untuk cabai merah dengan harga tertinggi berada di Tebingtinggi seharga Rp56 ribu per kg dan harga terendah berada di daerah Padang Lawas Rp34 ribu per kg.

Sehingga jika rata-rata kota IHK untuk cabai merah dipatok seharga Rp41.292 per kg.

Sementara itu, harga cabai merah di beberapa pasar Kota Medan terpantau cukup tinggi, yakni Pasar Petisah mematok harga Rp50 ribu per kg, Pasar Sei Kambing dan Pusat Pasar seharga Rp48 ribu. 

Dijelaskan Barita, selain cuaca yang ekstrem dalam beberapa hari belakangan ini, ternyata faktor penutupan Jalan Medan-Berastagi membuat gangguan pendistribusian pasokan ke perkotaan.

"Masalah penutupan Medan-Berastagi ini juga berdampak naiknya harga cabai ini. Ngeri kali gangguan jalan aja bisa berpengaruh ke melonjak harga. Mereka (pelaku pasar) ini mengambil momen untung, seperti itulah pasar. Ada pengumuman pemerintah ditutup hari ini, itu langsung berpengaruh ke harga," tutur Barita.

Terkait harga yang terus melambung ini, Barita mengatakan jika Disperindag akan bekerjasama dengan asosiasi pengusaha komoditas cabai.

"Paling kita nanti akan asosiasi akan mendatangkan pasokan dari daerah-daerah pemasok seperti Batubara. Biasanya, Batubara langsung kirim komoditas ke Riau, nah ini nanti kita akan koordinasi dengan asosiasi agar bisa menetralkan harga pasar," pungkasnya. (cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved