Breaking News:

Korban Sebut Polres Binjai Lambat Tindaklanjuti Laporan Arisan Online

Kejadian ini bermula dari korban diajak melakukan investasi oleh DI dengan iming-iming keuntungan besar pada akhir Oktober 2020.

Penulis: Satia | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Int
ILUSTRASI penipuan arisan online. 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Polres Kota Binjai dinilai lambat menanggapi laporan masyarakat, terkait kasus penggelapan uang dengan modus arisan online.

Sri Wulandari (22) yang menjadi korban penggelapan kali pertama melaporkan kejadian tersebut ke Polres Binjai, pada Februari lalu. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut atau proses hukum oleh aparat kepolisian. Walaupun, kata dia, pelaku penggelapan adalah temannya sendiri berinisial DI.

Kejadian ini bermula dari korban diajak melakukan investasi oleh DI dengan iming-iming keuntungan besar pada akhir Oktober 2020. Korban pun tergiur dan melakukan investasi sebesar Rp 2 juta pada akhir November 2020.

Korban dijanjikan paling telat 30 hari atau satu bulan, uang tersebut berlipat ganda. Benar saja, uang korban berlipat ganda menjadi Rp4 juta setelah 20 hari berselang.

"Ada dua kali saya coba Rp2 juta, dan benar sebelum waktunya uang saya menjadi Rp4 juta," kata korban ketika ditemui di rumahnya, Dusun V, Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Langkat, Rabu (27/10/2021).

Sri mengatakan, DI kemudian mengajak korban untuk mencari nasabah lainnya. Singkat cerita, korban dan kawan-kawannya berjumlah 39 orang sepakat untuk melakukan investasi uang tersebut.

Baca juga: 34 Persen Server Pinjaman Online Ada di Luar Negeri, OJK: Pinjol Ilegal Murni Penipuan

"Uang Rp 300 juta saya setor secara bertahap. Ada juga yang disetor melalui rekening BRI atas nama Katirah yang merupakan ibu dari teman saya berinisial DI. Ada juga uang yang saya setorkan secara tunai kepada DI bersama suami saya," jelasnya.

Namun belakangan, keuntungan yang dijanjikan menjadi sekadar isapan jempol belaka. Ya, korban pun tertipu.

Bahkan, korban mendapat tekanan dari teman-temannya agar segera mengembalikan uang mereka. "Namun karena saya juga jadi korban penipuan oleh DI, saya buat laporan ke Polres Binjai," ujar dia.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai, AKP Yayang Rizky Pratama mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dengan kasus ini.  Sejauh ini, sudah belasan saksi sudah diperiksa terkait dengan kasus tersebut.

"Kita masih terus melakukan penyidikan, dan sudah 14 orang yang kami periksa,” katanya.(wen/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved