Breaking News:

Polres Binjai Dinilai Lambat Tindaklanjuti Laporan Arisan Online

Polres Binjai dinilai lamban menangani laporan kasus penipuan arisan online. Berikut penjelasan polisi soal kasus ini

Penulis: Satia | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/SATIA
Sri Wulandari menunjukkan bukti laporan ke Polres Binjai, terkait kasus penggelapan uang dengan modus investasi, Rabu (27/10/2021). (TRIBUN-MEDAN.COM/SATIA). 

TRIBUN MEDAN.COM,BINJAI- Polres Kota Binjai dinilai lambat tanggapi laporan masyarakat, terkait kasus penggelapan uang dengan modus arisan online, Rabu (27/10/2021). 

Sri Wulandari (22), korban penipuan arisan online mengatakan dirinya melapor ke Polres Binjai sejak Februari 2021 lalu. 

Namun, kata dia, hingga kini laporannya jalan di tempat. 

Pelaku berinisial DI yang merupakan temannya sendiri belum diamankan polisi.

Baca juga: Diancam Bunuh dan Santet, Emak-emak Pemilik Arisan Online Dimassa Anggotanya

Berdasarkan keterangan Sri, kasus ini bermula saat  korban diajak melakukan investasi oleh DI dengan iming-iming keuntungan besar pada akhir Oktober 2020.

Korban pun tergiur dan melakukan investasi sebesar Rp 2 juta pada akhir November 2020.

Korban dijanjikan paling telat 30 hari atau satu bulan, uang tersebut berlipat ganda.

Benar saja, uang korban berlipat ganda menjadi Rp4 juta setelah 20 hari berselang. 

"Ada dua kali saya coba Rp2 juta itu, dan benar sebelum waktunya uang saya menjadi Rp4 juta," kata korban ketika ditemui di rumahnya, Dusun V, Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Langkat, Rabu (27/10/2021). 

Baca juga: PEMILIK Arisan Online yang Dikeroyok Bikin Laporan ke Polisi, Bantah Arisan Miliknya Bodong

Sri mengatakan, DI kemudian mengajak korban untuk mencari nasabah lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved