Breaking News:

Buah Naga

Raih Keuntungan Ratusa Juta dari Bisnis Makanan Berbahan Buah Naga, Berikut Tipsnya

Dari bisnis makanan olahan tersebut, Pini meraup keuntungan belasan juta rupiah setiap bulan.

Editor: Ayu Prasandi
SERAMBI/M ANSHAR
Petani merawat tanaman buah naga (Hylocereus undatus) yang ditanam di bantaran sungai kawasan Lamreueng, Banda Aceh, Rabu (13/3/2013). Selain rasanya yang segar, buah dari tumbuhan jenis kaktus asal Amerika Tengah tersebut juga digunakan sebagai asupan pendamping bagi penderita penyakit kanker, kolesterol, stroke serta demam berdarah. 

TRIBUN-MEDAN.com - Buah naga ternyata bisa diolah menjadi mi kering yang enak. Ya, mi yang nantinya bisa dimakan bersama ayam atau bakso.

Pini Sri (54), warga Sragi, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menangkap peluang itu. Sejak tahun 2004, dia memanfaatkan buah naga merah untuk bahan baku mi kering.

Baca juga: Korban Sebut Polres Binjai Lambat Tindaklanjuti Laporan Arisan Online

Dari bisnis makanan olahan tersebut, Pini meraup keuntungan belasan juta rupiah setiap bulan.

Selain itu, perempuan kelahiran 28 Februari 1965 tersebut digandeng Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi untuk melatih masyarakat untuk mengolah buah naga merah untuk dijadikan makanan olahan seperti kerupuk, jelly, permen, sirup, hingga manisan dari kulit buah naga.

"Setiap bulan selalu ada jadwal keliling pelatihan membuat makanan olahan dari buah naga merah. Kadang ke desa, ke kecamatan, dengan peserta sekitar 20 sampai 30 orang.

Kami buat inovasi dari buah naga karena stok buah naga merah di Banyuwangi sangat banyak dan bisa kami manfaatkan sebagai makanan olahan," tutur Pini kepada Kompas.com, Sabtu (2/2/2019).

Pembudidaya buah naga sedang memanen buah naga yang sudah matang di kebun buah naga yang terletak di Desa Matang, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu (18/7/2015) pagi. Budi daya buah naga di Kabupaten Sambas mengalami peningkatan, perbuahnya bisa mencapai delapan ons dengan kualitas A yang dijual Rp15 ribu per kilogramnya. Namun, untuk pemasarannya sendiri masih terkendala akses transportas sehingga susah untuk dijual ke kota-kota besar di Kalimantan Barat.
Pembudidaya buah naga sedang memanen buah naga yang sudah matang di kebun buah naga yang terletak di Desa Matang, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu (18/7/2015) pagi. Budi daya buah naga di Kabupaten Sambas mengalami peningkatan, perbuahnya bisa mencapai delapan ons dengan kualitas A yang dijual Rp15 ribu per kilogramnya. Namun, untuk pemasarannya sendiri masih terkendala akses transportas sehingga susah untuk dijual ke kota-kota besar di Kalimantan Barat. (TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Baca juga: Korban Sebut Polres Binjai Lambat Tindaklanjuti Laporan Arisan Online

Pini mengatakan, hampir 40 persen peserta pelatihan memanfaatkan hasil pelatihan dengan membuat dan menjual makanan olahan dari buah naga merah.

Saat pelatihan, Pini Sri mengaku melarang peserta mencatat resep namun harus langsung mempraktikkan bagaimana cara membuat produk olahan agar peserta lebih kreatif dan tidak tergantung pada resep.

"Kalau catatan resepnya hilang mereka enggak bisa buat. Selain itu, saya mengajarkan pada mereka untuk berkreasi langsung tidak harus persis resep," katanya.

Pini mengawali bisnis makanan sejak tahun 1996 dengan membuat snack rumahan, lalu sejak tahun 2004, dia mulai mengolah mi dari buah naga merah setelah mengetahui banyaknya buah naga merah di Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved