Khazanah Islam
Belum Kiamat, Penghuni Surga dan Neraka Sekarang Sudah Ada? Begini Ceramah Ustaz Abdul Somad
Lantas muncul pertanyaan, apakah sudah ada manusia yang menghuni surga dan neraka saat ini?
TRIBUN-MEDAN.com - Surga dan neraka merupakan tempat di alam akhirat setelah kehidupan duniawi.
Dua tempat di akhirat ini diyakini sebagai alam kekal menurut ajaran Islam, sebagai balasan selama di dunia.
Amal perbuatan di dunia akan menentukan akan ditempatkan di surga atau neraka. Islam mengajar rukun iman dan rukun Islam agar tergolong orang yang beruntung mendapat surga.
Baca juga: Bacaan Doa Agar Segera Dapat Pekerjaan, Tetap Semangat Ikhtiar dan Doa yang Tiada Putus
Baca juga: Doa Nabi Muhammad Sore Hari, Dibaca Mohon Perlindungan dari Kejahatan Malam
Surga adalah tempat untuk mereka yang beriman kepada Allah SWT, memegang teguh Al Quran hadist dan mengamalkannya.
Sedangkan, neraka merupakan tempat bagi mereka yang ingkar dan mendustakan Allah SWT yang Maha Esa.
Lantas muncul pertanyaan, apakah sudah ada manusia yang menghuni surga dan neraka saat ini? Padahal belum semuanya meninggal atau kiamat.
Seperti kita ketahui, ada berbagai pendapat mengenai surga dan neraka.
Ada yang berpendapat manusia akan masuk surga dan neraka setelah hari kiamat.
Ustaz Abdul Somad pun memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Hal ini seperti dilansir dari video yang diunggah di kanal YouTube TAMAN SURGA. NET pada 18 Agustus 2018.
"Apakah saat ini sudah ada umat Nabi Muhammad atau manusia yang berada di surga neraka?
Bukankah manusia masuk surga neraka setelah hari kiamat?" demikian pertanyaan dari seorang jamaah.
Ustaz Abdul Somad menyebut Nabi Muhammad SAW sempat masuk ke surga untuk meninjau kondisi di sana.
Hal itu terjadi saat peristiwa Isra Mi'raj.
"Nabi Muhammad SAW dulu masuk ke surga, untuk apa? untuk meninjau menengok-nengok," ujar Ustaz Abdul Somad.
"Orang yang sholeh meninggal, ruh nya masuk ke dalam burung paruh warna hijau, burung itu terbang ke sana kemari.
Buka kitab Ar-Ruh, ditulis oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah," imbuhnya.
Ustaz Abdul Somad kemudian menyarankan umat Muslim untuk membaca dua kitab agar bisa memahami tentang surga dan neraka.
"Kalau mau baca kitab tentang surga, neraka, alam barzah, (ada) dua kitab.
At-Tadzkirah" (yang ditulis) Imam Al-Qurthubi, "Ar-Ruh" (yang ditulis) Imam Ibnu Qayyim," tuturnya.
Ustaz Abdul Somad juga menambahkan ada manusia selain Nabi Muhammad SAW yang dibawa singgah ke surga.
Mereka adalah golongan orang yang mati syahid.
"Ada orang-orang dibawa singgah ke surga, jalan-jalan," pungkasnya.
BENARKAH Manusia Akan Merasakan Neraka Dulu Sebelum Masuk Surga? Begini Penjelasan Buya Yahya
Baca juga: Amalan Mohon Kekayaan Rezeki, Rutin Baca Surat Ini di Setiap Sholat, Khususnya Dhuha dan Ashar
Baca juga: AKHIRNYA Imel Blak-blakan Soal Zaskia Gotik, Ungkap Fakta Eneng Ngemper Tak Masuk Rumah
Di akhirat, manusia akan ditentukan masuk surga atau neraka berdasarkan amal perbuatan mereka.
Ada sejumlah hadits Nabi Muhammad SAW yang menerangkan bahwa manusia yang beriman kepada Allah SWT akan masuk surga.
Sedangkan, mereka yang tak beriman akan merasakan neraka.
Di sisi lain, muncul pernyataan terkait manusia akan merasakan neraka dahulu sebelum masuk surga.
Manusia tersebut akan masuk neraka dahulu sebagai imbalan dari dosa-dosa yang ia lakukan.
Baru setelah masa siksaannya selesai, manusia itu akan masuk ke surga.
Lantas, apakah benar seperti itu?
Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Hal itu terlihat di video yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV pada 8 Januari 2021.
"Kita nggak masuk surga dulu tapi dibersihkan dulu di neraka, apakah betul seperti itu? Atau dilihat dari timbangan baik buruknya?" demikian pertanyaan seorang jemaah.
Buya Yahya mengungkapkan hal itu terjadi jika Allah belum mengampuni dosanya saat berada di dunia.
Namun, jika Allah sudah mengampuninya, maka ia tak akan merasakan hal tersebut.
"Kalau orang punya dosa, maka dia harus dibersihkan di neraka kalau Allah belum mengampuninya,
tapi kalau sudah mengampuni tidak akan merasakan itu semuanya," ujar Buya Yahya.
"Dimana pengampunan Allah? Bisa saja pengampunan Allah di saat di dunia sebelum dia mati.
Atau dicicil siksanya di alam barzah dan seterusnya sepanjang perjalanannya, karena pantang Allah menyiksa dua kali kepada hamba-Nya," imbuhnya.
"Memang betul kalau kita punya dosa di dunia ini, kalau belum diampuni oleh Allah,
sepanjang perjalanan kita sampai nanti di depan surga dan neraka,
maka masuk neraka dibersihkan dulu," ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian mengingatkan manusia untuk selalu memohon ampun pada Allah.
Memohon ampun pada Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukan bisa menyelamatkan manusia di akhirat kelak.
"Maka dari itu, jangan sampai lupa kita untuk beristigfar, mohon ampun kepada Allah dengan serius," tuturnya.
"Anda tidak perlu khawatir asalkan anda yakin Allah Maha Pengampun,
lalu anda menghadap pada Allah dan anda menyesali dosa anda, anda tidak akan dihukum," pungkasnya.
(*/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ustaz-abdul-somad-ceramah.jpg)