Breaking News:

Buah Tempayang, Komoditas Asal Sumut yang Ampuh Meredakan Panas Dalam dan Batuk Akut

Yakni biasa digunakan sebagai obat panas pada balita, obat batuk akut, radang tenggorokan, hingga dipercaya dapat meningkatkan kesuburan.

HO / Tribun Medan
Buah Tempayang asal Sumut 

TRIBUN-MEDAN.com - Buah tempayang merupakan komoditas asal Sumut yang dipercaya memiliki khasiat. Buah berbentuk biji berwarna cokelat ini masih dipercaya memiliki multikhasiat.

Yakni biasa digunakan sebagai obat panas pada balita, obat batuk akut, radang tenggorokan, hingga dipercaya dapat meningkatkan kesuburan.

Di daerah lain, ada juga yang menyebutnya sebagai kembang semangkuk. Dan dengan kondisi pandemi saat ini, informasi khasiat buah ini pun sampai ke negara lain sehingga mulai menjadi primadona komoditas ekspor baru.

Buah Tempayang atau dikenal kembang semangkuk (Fismiana affinis) menyerupai biji melinjo ini dapat meredakan panas dalam, batuk akut, radang tenggorokan, ambeyen, hingga dipercaya dapat meningkatkan kesuburan bagi wanita.

Pengobatan dengan tempayang ini sendiri cukup mudah, yaitu:

  1. Siapkan 2-3 biji tempayang dan seduh dengan air panas di dalam gelas. Biji tempayang yang kering tadi akan mengembang.
  2. Didiamkan kurang lebih 3-4 jam baru bisa diminum. Biji tempayang yang sudah lunak dapat pula dimakan sampai batas biji keras.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengapresiasi munculnya primadona ekspor baru asal Sumut ini.

Untuk itu sesuai dengan peran sebagai fasilitator pertanian di perdagangan internasional pihaknya akan mengawal pelaku usaha dan petani dalam memenuhi persyaratan teknis, sanitari dan fitosanitari bagi komoditas pertanian ekspor.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo untuk mendorong peningkatan ekspor hingga tiga kali lipat hingga tahun 2024.

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan mencatat dari data pada sistem perkarantinaan, IQFAST sepanjang Januari hingga Juni 2020 buah tempayang sebanyak 80 ton dengan nilai Rp. 2 miliar ke tiga negara masing-masing  Malaysia, Vietnam dan India.

"Tren permintaan fasilitasi ekspor komoditas ini terus meningkat setelah perdana diekspor di masa pandemi," kata Kepala Karantina Pertanian Belawan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved