Breaking News:

Didukung Kemendikbud RI, Sanggar Lukis Qalam Jihad Akan Menggelar Gelegar Payung Nusantara

Komunitas Budaya Sanggar Lukis Qalam Jihad bekerjasama dengan Kemendikbud RI, akan menggelar lomba seni lukis payung virtual,

Penulis: Mollyzatul Ulfa | Editor: Ismail
Tribun Medan/Molly
Sanggar Lukis Qalam Jihad menghadiri acara talkshow Tribun Medan, Selasa (19/10/2021). Ketua Qalam Jihad Zainal Abidin Lubis (dua dari kanan) dan Seketaris Qalam Jihad Eko Susatmitko (dua dari kiri). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Komunitas Budaya Sanggar Lukis Qalam Jihad bekerjasama dengan Kemendikbud RI, akan menggelar lomba seni lukis payung virtual, bertajuk Gelegar Payung Nusantara.

Diikuti oleh 100 peserta dengan beragam usia dan kota, Sanggar Lukis Qalam Jihad bersama Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud RI) akan menggelar acara Gelegar Payung Nusantara secara virtual yang akan tayang perdana pada 21 November 2021 mendatang.

Gelegar Payung Nusantara merupakan acara lomba melukis dengan media  yang digunakan payung dengan tema bertajuk nusantara. Acara ini pun digelar dengan tingkat Nasional.

Zainal Abidin Lubis selaku Ketua Sanggar Lukis Qalam Jihad mengaku sangat bersyukur acara yang bertujuan untuk melestarikan budaya dan seni ini berhasil berkolaborasi dengan Kemendikbud RI.

"Kita buat proposal untuk mengadakan event ini, dan Alhamdulillah terpilih proposal kita dari sekian banyak proposal yang diajukan juga," kata Zainal Abidi, Selasa (19/10/2021).

"Setelah berhasil proposal kita, lalu melalukan mediasi dan menghitung anggaran yang di butuhkan bersama Kemendikbud. Sampai akhirnya kita buat skala nasional. Kita kirim payung dan alat lain yang dibutuhkan, mereka melukis sambil divideokan dan kirim lagi hasil video dan payungnya ke kita untuk penilaian," sambung Zainal.

Sementara, Eko Susatmitko selaku Seketaris Sanggar Lukis Qalam Jihad mengatakan, bahwa melukis mempunyai peran sebagai penyampai pesan, ide dan gagasan para pelukis pada khalayak umum yang tidak lepas dari proses berkreasi.

"Melukis merupakan suatu kreatifitas dari perasaan atau ide yang bisa di tuangkan dengan media yang bermacam-macam," ucap Eko Susatmitko pada saat melakukan Talkshow di Studio Tribun Medan.

Eko menambahkan, nama jihad sendiri di ambil untuk memberikan atau mengekspresikan ide dan perasaan kita yang bisa dituangkan para penikmat seni lukis tanpa harus dengan kekerasan.

“Sanggar Lukis ini memiliki motto bebas berekspresi tanpa kekerasan, ayo bahagia, sesuai dengan nama sanggar kita,” ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved