Breaking News:

Polisi Hentikan 18 Laporan Kasus Mafia Tanah, Warga Kecewa Bupati Asahan Abai Terhadap Masyarakat

Polisi menghentikan 18 laporan terkait kasus mafia tanah di Kabupaten Asahan. Warga pun merasa kecewa dengan sikap polisi

TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI
Masyarakat Desa Perbangunan, Kecamatan Sungai Kepayang melakukan unjuk rasa di Kantor Bupati Asahan meminta Bupati Asahan untuk mencabut SK 438 yang di pegang oleh Koperasi Tani Mandiri 

TRIBUN-MEDAN.COM,ASAHAN - Warga merasa kecewa dengan Polres Asahan dan Bupati Asahan, Surya.

Sebab, para pejabat di kepolisian dan pemerintahan terkesan acuh dengan persoalan yang dialami masyarakat, khususnya menyangkut masalah mafia tanah.

Menurut masyarakat, sudah ada 18 laporan terkait mafia tanah yang dihentikan polisi.

Tidak ada kejelasan, kenapa kasus-kasus yang melibatkan mafia tanah di SP-3 kan Polres Asahan. 

Baca juga: Satpol PP Gusur 40 Kios Jualan Hingga Pedagang Wanita Ini Menangis Histeris di Pasar Asahan

"Kami meminta kepada Polres Asahan yang disambut Waka Polres untuk kembali meninjau laporan kami yang di SP-3kan oleh Polres Asahan. Kami meminta untuk Polres menangkap mafia tanah," ujar Atong Sigalingging, seorang pendemo, Kamis (28/10/2021). 

Atong mengatakan, dia berharap Waka Polres Asahan bisa memediasi warga dengan Bupati.

Sayangnya, saat menyampaikan aspirasi di Polres Asahan, warga tak mendapat tanggapan.

Begitu juga saat melakukan aksi di kantor bupati, juga tak mendapat tanggapan. 

Baca juga: Jerit Tangis Pedagang, Lapaknya Diobrak-abrik Satpol PP Pemkab Asahan

"Kami kecewa, Bupati Asahan setiap kali dijumpai oleh masyarakatnya, tidak pernah ada. Alasannya selalu ke Medan, atau tugas keluar," ujarnya. 

Ia mengancam, akan melakukan aksi menginap di Kantor Bupati sebelum dijumpakan dengan Bupati. 

"Kami akan menginap dihalaman Kantor Bupati kalau tidak di berikan jawaban ataupun Bupati tidak mau menemukan kami. Kami akan tidur disini," pungkasnya.(cr2/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved