Breaking News:

TRIBUNWIKI

Batu Guru Datu Parulas, Lokasi Pemantauan Musuh bagi Masyarakat Onan Runggu dan Nainggolan

Menurut cerita masyarakat sekitar, pada bagian bawah batu ini tidak menyentuh dasar danau. Batu besar tersebut ditopang oleh tiga buah batu berukuran

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ MAURITS PARDOSI
Batu Guru Datu Parulas berada di tengah Danau Toba. 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR -  Sebuah bongkahan batu besar yang berukuran sekitar sekitar 50 meter dengan ketinggian dari permukaan air sekitar 5 meter dan ke dalam sekitar 3 meter.

Menurut cerita masyarakat sekitar, pada bagian bawah batu ini tidak menyentuh dasar danau.

Batu besar tersebut ditopang oleh tiga buah batu berukuran sedang.

Baca juga: SOSOK Roy Siagian, Pengajar dan Pendamping Penelitian Siswa yang Mampu Harumkan Toba

Batu yang dikenal dengan nama Batu Guru Datu Parulas merupakan tempat Guru Datu Parulas yang hidup sekitar 600 hingga 700 tahun yang lalu menjalankan ritual dan tempatnya mengintai para musuh yang menyerang kawasan sekitar kedudukan batu tersebut.

“Jadi di batu besar itulah ompung kami itu melihat para musuh dan ia pertama sekali yang melawan para musuh yang mau menyerang. Itulah yang kami percayai. Karena ompung kami ini adalah manusia yang sakti,” ujar masyarakat sekitar Baringin Lumban Raja (63).

Masyarakat sekitar mengakui bahwa batu besar tersebut mengapung di Danau Toba, namun  ini jika dilihat mungkin akan tampak biasa saja.

Tidak ada yang istimewa, sama seperti batu pada umumnya. Ternyata, batu ini seringkali dikaitkan dengan hal mistis oleh masyarakat sekitar dan dianggap sakral.

Terkait ketiga batu penopangnya, masyarakat sekitar juga meyakininya sebagai simbol nyata filsafat orang Batak Toba dengan sebutan Dalihan Na Tolu. Isi dari Dalihan Na Tolu ini adalah Somba Mar Hula-hula (ungkapan sembah atau hormat kepada pihak mempelai perempuan atau paman), Elek Marboru (sikap membujuk dengan rasa hormat terhadap puteri) dan Manat Mardongan Tubu (rasa hormat terhadap keluarga semarga).

Baca juga: SOSOK Adi Ming E, Chairman Samera Propertindo, Ceritakan Prospek Ekonomi di 2022 Mendatang

Batu Guru adalah cerita rakyat yang mengisahkan tentang sebuah batu di Danau Toba yang bisa berpindah tempat.

Cerita rakyat ini yang kemudian menjadikan Batu Guru sebagai salah satu destinasi yang menarik minat wisatawan.

Hingga saat ini, kawasan tersebut masih terus disambangi oleh wisatawan. Dan, masyarakat masih tetap meyakini sakralitas tempat tersebut.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved