Breaking News:

Polisi Medan Heboh Lagi, Pedagang Pringgan Ditikam Preman Jadi Tersangka, Kapolrestabes Turun Tangan

Kasus pedagang jadi tersangka usai dipukuli preman terjadi lagi. Kali Ini Korbannya seorang pedagang di Pasar Pringgan, Medan

Penulis: Alfiansyah | Editor: Salomo Tarigan
Tribun-Medan.com/Victory Hutauruk
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko 

TRIBUN-MEDAN.com - Masih ingat kasus Liti Wari Gea, pedagang cabai di Pasar Gambir, Percut Seituan, yang jadi tersangka setelah dipukuli preman?

Kali ini, kasus yang hampir mirip terulang lagi.

Korbannya pedagang di Pasar Pringgan, Medan Baru.  

Budi Alan, pedagang sayur di 'Pajak Pringgan' (Pasar Pringgan, red) korban penikaman malah dijadikan tersangka oleh polisi.  

Budi, pedagang sayur korban penikaman jadi tersangka
Budi, pedagang sayur korban penikaman jadi tersangka (HO)

Baca juga: DULU Pernah Heboh Sumbangan 2 Triliun Keluarga Akidi Tio, Begini Kondisi Rumah Putri Akidi saat Ini

Padahal, menurut Budi, dia dianiaya dan ditikami oleh tiga orang pria di Pasar Pringgan, Kecamatan Medan Baru pada Senin (9/8/2021) lalu.

"Saya korban ditetapkan sebagai tersangka, padahal waktu itu saya membela diri, kalau enggak saya bisa mati," kata Budi kepada Tribun-medan.com, Kamis (28/10/2021).

Ia mengatakan, kejadian penikaman bermula saat dirinya hendak berdagang sayur di Pasar Pringgan.  

Ketika itu, Budi yang merupakan warga Dusun I, Desa Tambunan, Kecamatan Sibolangit didatangi preman. 

"Saya kan jualan buah dan sayur di Pasar Pringgan. Kemudian datang oknum preman minta uang keamanan," kata Budi.

Namun, Budi tak memberikan uang yang diminta.

Kebetulan saat itu dia ingin meninggalkan lokasi.

Saat akan meninggalkan lokasi, Budi malah dianiaya. 

"Preman itu marah karena kita tidak ngasih uang. Jadi pas dia marah, saya pergi dari situ, lalu dihantamnya mobil ku," ujarnya.

Ia yang tidak terima mobilnya dipukul oleh pelaku, langsung turun dan menegur pelaku.

Cekcok pun terjadi antara Budi dan preman tersebut. Setelah itu, pelaku mengajak korban untuk berduel.

Tak lama kemudian, pelaku lain datang dan pura-pura hendak mendamaikan.

"Mobil ku dihantam sama preman itu, terus ngajak aku duel. Enggak lama datang kawannya satu orang pura-pura mau mendamaikan," ungkapnya.

Budi menambahkan, setelah cekcok terjadi, salah seorang preman yang mencoba mendamaikan lalu pergi dari lokasi.

"Sepertinya ngambil sesuatu, dan datang lagi bersama seorang pelaku lainnya," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan para pelaku yang mendatanginya itu langsung menikamnya di bagian wajah.

"Ditanya terus aku sama kawannya itu, apa masalahnya, katanya, saya jualannya di sini saya bilang, tolong jangan ganggu saya. Jadi spontan dia emosi lalu mendorong saya, dan terjadi percek-cokkan dan didorongnya lagi aku, lalu dia ambil pisau dan ditusuknya di pelipis kiri ku," ungkapnya.

Melihat dirinya telah ditusuk, ia pun mencoba membela diri dengan mengambil kunci dongkrak yang ada di dalam mobilnya dan menghajar pelaku.

Lalu, para pelaku menusuk lagi korban sebanyak empat kali di dada dan di wajah.

"Terkejutlah saya, lalu ku dorong preman itu, di tusuknya lagi dada ku, lalu untuk membela diri, ku ambillah kunci dongkrak, ku balas dia kenak juga dia kepalanya, karena sudah ditusuknya duluan. Tertusuk lah aku, dua kali di dada dan pipi," tutur Budi.

Kemudian, korban yang telah bersimbah darah akibat luka tusukan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, untuk mendapatkan perawatan medis.

Dan setelah itu, korban membuat laporan ke Polsek Medan Baru.

"Ditolonglah aku sama pedagang-pedagang di situ, di larikan aku ke rumah sakit. Setelah selesai diobati barulah aku melaporkan ke Polsek Medan Baru," ujarnya.

Budi mengungkapkan, setelah membuat laporan, dirinya sudah delapan kali diperiksa oleh pihak kepolisian.

Lalu, ia pun kaget menerima surat dari polisi bahwa dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (30/9/2021) silam.

"Tanggal 30 September 2021, saya dapat surat ditetapkan sebagai tersangka, padahal saya korban mencoba membela diri. Alasanya karena saya membela diri karena memukul pelaku, saya kan membela diri kalau enggak bela diri bisa mati saya," pungkasnya.

Kapolrestabes Turun Tangan

Mendadak Malam-malam Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menggelar konferensi pers.

Ia menegaskan kasus Budi Alan ditarik dari Polsek Medan Baru ke Polrestabes Medan.

Riko Sunarko kemudian menjelaskan, awal mula kasus berujung di kepolisian, Budi Alan dan BS saling lapor.

"Pada kesempatan malam ini, kita akan merilis terkait dengan berita yang sudah muncul, yaitu saling lapor antara BA dan BS. Untuk kasusnya kita tarik ke Polrestabes Medan," kata Kombes Riko Sunarko Mapolrestabes Medan, Kamis (28/10/2021) malam.

"Dalam laporan BA dengan terlapor atau tersangka atas nama BS sampai saat ini berkasnya sudah P21 dan sudah tahap 2, tinggal tunggu jadwal sidang," tambahnya.

Ia menyebutkan, saat ini Sat Reskrim Polrestabes Medan sedang mendalami kejadian yang terjadi di Pasar Pringgan pada Senin 9 Agustus 2021.

Jika nanti hasil dari penyelidikan tidak ditemukannya korban berniat jahat, laporan terhadap Budi Alan akan dihentikan.

"Apabila kita tidak menemukan niat jahat dari saudara terlapor atau saudara BA, maka kasus tersebut akan kita hentikan," pungkasnya.

Kasus Pedagang Cabai Pasar Gambir

Sementara Liti Wari Gea, pedagang cabai di Pasar Gambir, Percut Seituan yang sempat jadi tersangka setelah dipukuli preman kini mengaku lega.

Status tersangka kasus penganiayaan yang sempat disematkan padanya telah dicabut.

Gea dan tersangka yang menganiayanya, Beni, saling lapor ke Polsek Percut Seituan. 

Polda Sumut menyatakan penyidikan kasus yang menjadikan Liti Wari Gea telah dihentikan karena prematur. Beni tetap menjalani proses hukum.

Gea mengatakan, perjuangannya mencari keadilan telah tercapai.

"Karena doa dan bantuan semua pihak yang gak bisa saya sebutkan, akhirnya keadilan bisa ditegakkan. Saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya bagi yang membantu saya. Begitu banyak yang membantu, tidak hanya Bapak Kapolda. Tapi semuanya. Semoga Tuhan yang membalas kebaikan itu," katanya, Sabtu (23/10/2021).

Gea mengaku segera kembali berjualan di Pasar Gambir.

Baca juga: Buntut Penetapan Tersangka Pedagang Sayur yang Dianiaya, Kapolsek Percutseituan Dicopot

"Saya sudah lega. Dalam waktu dekat, jika kesehatan sudah memungkinkan maka saya kembali berjualan lagi. Bapak Kapolda Sumut juga memberi jaminan jika saya kembali berjualan maka tidak ada lagi yang mengganggu kami pedagang ini," ujarnya.

Meski status tersangka sudah tidak menyelimuti Gea, namun dirinya juga masih berjuang untuk kesembuhannya.

"Kalau sudah begini kan saya sudah tidak bercabang-cabang pikiran. Bisa fokus untuk kesembuhan," bebernya. 

Kapolsek Dicopot    

Kapolsek Percut Seituan, AKP Jan Pieter Napitupulu dicopot dari jabatannya karena persoalan tersebut pada Rabu (13/10/2021).  

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi menerangkan, selain Kapolsek, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan juga dicopot.

Baca juga: DULU Pernah Heboh Sumbangan 2 Triliun Keluarga Akidi Tio, Begini Kondisi Rumah Putri Akidi saat Ini

(cr11/mft/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.comMari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join.

Silakan install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved