TRIBUNWIKI
SOSOK Riko Simanjuntak, Pemain Persija yang Ternyata Pernah Perkuat Klub Futsal
Klub bersejarah itu terbentuk saat mengikuti turnamen futsal Piala Walikota Tebing Tinggi tahun 2008.
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Sebelum menjadi pesepakbola seperti saat ini, ternyata Riko Simanjuntak aktif di cabang olahraga (cabor) futsal.
Baca juga: BERITA KPK RAKER di Hotel Jadi Sorotan, Novel Baswedan Kritik Pimpinan KPK Sekarang Suka Bohong
Kepada Tribun Medan, mantan manager klub futsal, Rossoneri Siantar yang pernah diperkuat Riko Simanjuntak, Ingan Habibie Pane berkisah bagaimana ia menemukan talenta pesepakbola berjuluk 'Si Kancil' itu.
Klub bersejarah itu terbentuk saat mengikuti turnamen futsal Piala Walikota Tebing Tinggi tahun 2008.
"Nah kami dari Pematangsiantar ikut mendaftar dengan kumpulan pemain-pemain terbaik Pematangsiantar. Satu di antaranya, Riko Simanjuntak (masih 16 tahun saat itu), David Hutahaean, dan Fandi Lubis (ex PSMS Medan)," ujarnya, Kamis (28/10/2021).
Ikut dalam kompetisi itu, Ingan dan kawan-kawan mendapuk nama klub, Rossoneri Siantar. Alasan pemberian nama tersebut karena, Ingan merupakan seorang pecinta klub asal Italia, AC Milan (Rossoneri) dan Siantar, karena asalnya dari Pematangsiantar.
"Di turnamen itu kami langsung juara. Karena prestasi pertama kali ikut turnamen langsung juara, tim Rossoneri Siantar berlanjut ke turnamen futsal lainnya," ucapnya.
Bakat spektakuler Riko Simanjuntak secara tidak sengaja ditemukan Ingan. Tidak ada proses seleksi pemain. Aku Ingan, sebelum klub futsalnya mengikuti turnamen Piala Walikota Tebing Tinggi, ada event di Pematangsiantar, pada awal 2008.
Baca juga: Viral CCTV Aksi Konyol Maling Usai Curi Pagar Besi di Medan Malah Tertimpa Hingga Jatuh Tersungkur
Ingan melihat bakat Riko saat ia bermain di tim SSB nya, Harapan Jaya. Dikatakannya, saat itu Harapan Jaya satu grup dengan tim futsal De Banditz dan Asco Medan.
"Pada pertandingan tersebut saya melihat bakat Riko sangat luar biasa. Masih sangat belia tapi sudah percaya diri menghadapi tim yang sudah mapan, seperti De Banditz dan Asco. Keduanya tim futsal hebat saat itu di Medan," katanya.
Lanjut Ingan, seiring dengan mutasinya ke Medan, bukan berarti klub harus bubar dan tidak ikut kompetisi. Di tahun 2009, Rossoneri Siantar berubah nama menjadi Siantar Man, dan mengikuti Liga Futsal Sumut.
Pada kompetisi yang merupakan liga futsal pertama di Sumut itu, Siantar Man langsung menjadi juara.
"Kemudian 2010, Riko juga saya pindahkan ke Medan melanjutkan sekolahnya. Dan saya pun sudah menetap terus di Medan, kami berganti nama menjadi Anak Medan Futsal Club (AMFC)," ucapnya.
Tidak puas ikut kompetisi di tingkat daerah, AMFC kemudian mewakili Medan bertanding di Kit Futsalismo 2010 babak nasional. Lagi-lagi, Riko Simanjuntak turut memperkuat klub ini bersama Fauzul Hidayat, kapten tim futsal Sumut di PON 2016.
Baca juga: Kuartal III 2021, Realisasi Penerimaan Negara dari Sektor Hulu Migas Capai USD 9,53 Miliar
Demi karir, Riko pun kembali lagi ke sepak bola pada 2012, kala itu ia berkesempatan membela PSMS Medan.
Sejak saat itu kariernya pun terus meningkat. Ia berpindah-pindah klub mulai dari PS Bangka, Gresik United, Semen Padang, dan kini membela Persija Jakarta sebagai pemain sayap.
"Hingga kini kami masih sering komunikasi dengan Riko. Abangnya, Johan Simanjuntak tiap minggu juga main MCL dengan saya," kata Ingan.
(cr12/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/riko-simanjuntak_20171116_163524.jpg)