Breaking News:

PB IKA UMA Pilih Pengurus Baru melalui Rapat Restrukturisasi

pada pertemuan ini telah terpilih tiga pengurus inti Ketua Suwandi Siregar, Sekretaris Safaruddin Lubis, SH, dan  Bendahara Hj Rina Anugerahwati

Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan/HO
Tiga pengurus IKA UMA foto bersama di sela acara rapat restrukturisasi pengurus, Sabtu (30/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengurus Besar Ikatan Alumni Universitas Medan Area (PB IKA UMA) menggelar rapat restrukturisasi pengurus di Hotel Saka, Medan, Sabtu (30/10/2021).  

Ada pun rapat digelar untuk menentukan pengurus baru setelah kekosongan selama beberapa waktu, yang dipicu karena ada yang meninggal dunia dan mengundurkan diri.

Suwandi Siregar, yang kembali terpilih sebagai Ketua IKA UMA mengatakan, pada pertemuan ini telah terpilih tiga pengurus inti yang terdiri dari Ketua Suwandi Siregar, Sekretaris Safaruddin Lubis, SH, dan  Bendahara Hj Rina Anugerahwati.  

Pertemuan tersebut juga membahas agenda gelaran reuni akbar. Perguruan tinggi swasta yang telah didirikan sejak tahun 1980-an ini diperkirakan telah memiliki 25 ribuan alumnus. Sehingga dari event ini diperkirakan akan dihadiri ribuan peserta.

“Rencana reuni akbar ini sudah tertunda-tunda, jadi kita upayakan jika memungkinkan akan kita gelar reuni akbar pada Januari mendatang. Ada tiga opsi tempat gelaran acara yaitu di area Binjai, Sibolangit, dan Cadika Johor. Ini akan kita bahas lebih lanjut,” katanya.

Baca juga: Vaksinasi di Sumut Masih 46 Persen, Alumni AKABRI 1990 Gelar Vaksinasi Massal

Terkait visi misi dari organisasi ini, dikatakan Suwandi yang merupakan alumni Fakultas Ekonomi tahun 1986, organisasi ini memiliki semangat untuk menjalin silaturahmi dan hubungan kekeluargaan dengan sesama alumni, melalui Serikat Tolong Menolong (STM).

Suwandi yang pernah menjadi Caleg dari Partai Demokrat ini juga menegaskan kalau organisasi ini jangan sampai menjadi alat politik untuk kepentingan orang-orang tertentu. Ia sendiri mengaku tak pernah menggunakan  IKA UMA untuk kepentingannya berpolitik.

Alumni UMA yang telah tersebar di mana-mana, dikatakannya, telah menduduki posisi penting dan strategis baik di instansi pemerintah maupun swasta. Bahkan ia menyebut, mantan Menteri Sosial Bachtiar Hamzah juga merupakan salah satu alumni UMA.

Menyikap sejumlah perguruan tinggi swasta yang mengalami persoalan hingga dibubarkan oleh pemerintah, Suwandi mengatakan jika organisasi yang dipimpinnya tidak memiliki kewenanagn untuk ikut campur kebijakan kampus namun pihaknya secara aktif memberikan masukan dan pandangan terhadap birokrasi kampus.

Di akhir keterangannya, Suwandi berharap jika organisasi IKA UMA ini bisa menjadi wadah silaturahmi serta sarana konseling bagi sesama alumni, bisa memberikan solusi dan jalan keluar masalah-masalah yang dihadapi anggotanya.  

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved