Aipda Eko Tidak Pakai Seragam Saat Diserang, Sempat Memberi Kode Agar Abangnya Melarikan Diri

Saat itu, Eko hanya terkenal sabetan celurit dibagian tangan saat menangkis serangan terhadapnya.

Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH
Plt Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Marpaung saat berikan keterangan, Senin (1/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aipda Eko Sugiawan terkena bacokan celurit, saat terjadi penyerangan yang dilakukan oleh puluhan orang.

Plt Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Marpaung mengungkapkan, kondisi Eko saat ini telah sehat.

Baca juga: PENGAKUAN 2 Oknum Polisi Yang Ditangkap Jual Amunisi Kepada KKB Papua

Saat itu, Eko hanya terkenal sabetan celurit dibagian tangan saat menangkis serangan terhadapnya.

Lalu, Eko juga terjatuh dari sepeda motornya yang mengakibatkan dirinya juga terluka akibat terjatuh.

"Eko terkena bacokan celurit, kemudian luka lainnya adalah luka jatuh dari sepeda motor, memar-memar. Kondisinya sehat," kata Rafles Marpaung, Senin (1/11/2021).

Ia menceritakan, saat itu Eko yang merupakan personil Polsek Medan Timur kebetulan sedang berada bersama Edi Susanto, pemilik rumah yang diserang oleh puluhan orang itu.

Baca juga: TEREKAM CCTV Detik-detik Polisi Dibacoki dan Mobil Dihancurkan, Para Pelaku Bawa Samurai

Saat itu Eko dan Edi sedang bersama, ibu Ningsih yang merupakan istri Edi memberitahu bahwa rumahnya sedang di serang oleh puluhan orang.

"Mendengar itu, keduanya pun langsung mendatangi rumahnya yang di rusak, karena melihat kondisi, Edi tidak sampai ke rumahnya hanya standby diluar komplek," sebutnya.

Kemudian, Rafles menyebutkan setelah puluhan orang yang menggunakan mobil ini keluar dan melihat mobil Edi. Dan langsung menyerangnya.

Namun naas, waktu itu Aipda Eko sedang berada di dekat kerumunan para pelaku. Eko sempat memberitahu abangnya untuk lari menyelamat diri.

Baca juga: Persiapan Putaran Kedua, PSMS Medan Latihan Defense dan Menyerang

"Posisi Eko yang dekat dengan kerumunan, memberi kode supaya Edi lari. Tapi ada salah satu pihak mengenali mobil Edi sehingga memberikan aba-aba untuk mengejar mobilnya," ucapnya.

Rafles mengatakan, bahwa saat kejadian Eko tidak sedang melakukan dinas ataupun memakai baju dinas, sehingga ia menduga para pelaku ini tidak mengetahui Eko merupakan anggota Polisi.

"Eko memberitahu Edi untuk lari, akhirnya Eko jadi korban juga, saat itu Eko tidak menggunakan seragam, jadi kemungkinan mereka tidak mengenali bahwa eko merupakan anggota polisi," pungkasnya.

(cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved