News Video
Cerita Warga Medan yang Trauma Kejadian Angin Puting Beliung, Atap dan Meteran Listrik Terbang
Warga Jalan Menteng 2 gang Pembangunan Lingkungan 12 Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai mengaku trauma atas kejadian angin puting beliung
Penulis: Alvi Syahrin Najib Suwitra | Editor: Fariz
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Manaan Pakpakahan, warga Jalan Menteng 2 gang Pembangunan Lingkungan 12 Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai mengaku trauma atas kejadian angin puting beliung yang meporak poranda rumah miliknya.
Manaan menceritakan, saat itu pukul 9 malam hujan mengguyur sekitaran rumah miliknya.
Saat itu, hujan turun sangat deras. Bahkan angin juga cukup kencang ditambah dengan kilatan petir yang menggelegar.
Manaan yang tinggal bersama sang istri dan dua anaknya sedang tertidur pulas di dalam rumah. Manaan yang saat kejadian itu sedang makan malam, dan melihat atap seng mulai bergoyang dan bersiap - siap akan terbang.
"Kalau melihat kejadian itu trauma saya. Tidak sanggup saya menceritakan itu. Pertama, angin datang dari sana (depan rumah) tiba - tiba datang kemari (ke arah rumahnya)," ceritanya kepada Tribun-Medan Minggu (31/10/2021).
Melihat kejadian itu, ia pun sontak langsung membangunkan anak dan istrinya yang sudah tertidur lelap.
"Saya bangunin. Bangun bangun. Rumah kita mau roboh," terangnya.
Seketika Manaan bersama istrinya langsung keluar rumah untuk menghindari rumahnya yang seperti ingin mau roboh.
"Saya lihat angin itu berputar sekali, di bawanya lah seng kami terbang," sebutnya.
Selain membawa seng, angin puting beliung turut membawa meteran listrik milik rumahnya. Alhasil, rumah Manaan saat itu langsung putus aliran listrik dan gelap gulita.
"Meteran listrik kami tercampak ke rumah depan. Ini lah baru kami dapat," katanya
Malam itu dirinya bersama keluarga terpaksa menumpang tidur disebuah Gereja tepat berada di sebelah rumahnya.
"Menumpang lah kami tidur di gereja. Enggak bisa tidur dirumah juga. Karena atap seng di kamar bocor," bebernya.
Ia berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk menbantu merenovasi rumah miliknya agar seperti sedia kala.
"Ya kami berharap ada bantuan untuk membangun seperti biasanya. Soalnya kami juga enggak bisa berjualan. Lampu semua mati. Mau mandi pun enggak bisa," harapnya.
(Cr7/Tribun-Medan.com).