Breaking News:

Bahaya Kali, Jalan Provinsi di Simalungun Ambles Ancam Keselamatan

Jalan provinsi yang ada di Kabupaten Simalungun kondisinya memprihatinkan dan mengancam keselamatan pengguna jalan

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
HO
Jalan raya dari dan menuju ibukota Kabupaten Simalungun di Pematangraya dan Siantar sebaliknya nyaris putus karena ambles, Selasa (2/11/2021) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIMALUNGUN- Akses jalan raya dari dan menuju ibukota Kabupaten Simalungun di Pematangraya dan Siantar sebaliknya nyaris putus.

Penyebabnya lantaran jalan yang berstatus milik Pemprov Sumut, persisnya di Nagori Simpang Raya, Kecamatan Panombean Panei, amble, Selasa (2/11/2021).

Camat Panombean Panei, Gantinius Bangun mengatakan, amblesnya jalan ini sudah terjadi sejak Agustus 2021.

Kemudian kondisinya makin parah dan kembali longsor pada September 2021.

Baca juga: Jalan Ambles di STM Hulu Putus Akses Antar Kabupaten, Sekarang Cuma Dipasangi Batang Pohon Kelapa

"Dan longsor lagi pada hari ini. Ini akibat hujan deras dan gerusan air di bawah badan jalan," kata Gantinius.

Camat mengatakan, sejak September 2021 lalu, pihaknya sudah melayangkan surat ke Dinas PU Provinsi, agar jalan longsor di Panombean Panei diperbaiki.

Namun sampai saat ini belum ada tanggapan.

"Saat longsornya sedikit, kita sudah surati dinas PU Provinsi, tetapi sampai saat ini belum juga diperbaiki" ucap Camat kepada wartawan.

Dengan kondisi yang kian parah, Camat Panombean Panei juga berharap agar pihak Pemerintah provinsi segera melakukan perbaikan di jalan longsor.

Setidaknya hingga aman dilalui satu arus sebelum diperbaiki permanen.

Baca juga: Jalan Ambles Ancam Keselamatan Warga, Masyarakat Minta Pemerintah Segera Lakukan Perbaikan

Sementara itu, untuk menghindari ada nya korban di lokasi longsor, pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun melakukan pengalihan arus lalulintas bagi kendaraan bertonase berat.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Perhubungan Simalungun Sabar Saragih menerangkan, kendaraan bertonase berat dialihkan dari jalur Simpang Simarjarunjung menuju Sidamanik, kemudian dari Simpang Embong keluar dari Simpang Marjandi atau sebaliknya.

"Yang diizinkan lewat hanya kendaraan yang tidak bermuatan" ucap Sabar Saragih yang menerjunkan petugas untuk menjaga kelancaran arus lalulintas sampai ada perbaikan di jalan longsor tersebut.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved