Breaking News:

BPBD Karo Fokus Pantau Jalur Lahar Gunung Sinabung di Masa Penghujan

Sejumlah wilayah di Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Karo kerap dilanda hujan dengan intensitas lebat

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Array A Argus
HO
Pascahujan yang mengguyur puncak Gunung Sinabung, terjadi aktivitas lahar dingin yang melintas di Desa Perbaji, Kecamatan Tiganderket, Minggu (26/9/2021). Dari aktivitas laharan ini, sempat meluap ke atas jembatan Desa Perbaji. (TRIBUN MEDAN/HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,KARO- Sejumlah wilayah di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Karo kerap dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga lebat akhir-akhir ini.

Guna mengantisipasi adanya bencana longsor, angin kencang dan lahar dingin dari Gunung Sinabung, pihak BPBD Karo mengaku sudah mulai melakukan pemetaan dan persiapan.

Namun, menurut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Karo, Juspri Nadeak pihaknya fokus memantau jalur lahar Gunung Sinabung

"Yang pasti kita melakukan imbauan secara berjenjang, dan kita minta masyarakat untuk menghindari daerah-daerah yang dianggap rawan bencana. Seperti aliran sungai, hingga kawasan yang memiliki potensi longsor," ujar Juspri, Selasa (2/11/2021).

Baca juga: Kabupaten Karo, Dataran Tinggi Sumatera Utara, Miliki Banyak Objek Wisata Alam

Diketahui, salah satu potensi bencana alam yang juga wajib diwaspadai di Kabupaten Karo ialah banjir dan luapan lahar dingin.

Pasalnya aliran sungai yang berhulu di kaki Gunung Sinabung ini, beberapa kali sempat meluap hingga menutup akses jalan antar kecamatan.

Untuk itu, Juspri menjelaskan jika setiap kali masuk musim penghujan pihaknya selalu memaksimalkan kinerja dari relawan pemantau Lahar Sinabung (Larsi).

Seperti yang terjadi saat ini, pihak BPBD Kabupaten Karo selalu meminta para relawan yang tersebar di aliran laharan dari Gunung Sinabung untuk memaksimalkan pemantauan.

Baca juga: Jalur Medan-Karo Ditutup, Satlantas Polres Tanah Karo Imbau Masyarakat Melintasi Jalur Alternatif

"Untuk jalur laharan, kita selalu berkoordinasi dengan relawan kita. Kita minta selalu melaporkan seperti apa kondisi jalur laharan setiap kali turun hujan," katanya.

Dari aktivitas banjir lahar dingin dari Gunung Sinabung, sempat beberapa kali berdampak pada aktivitas masyarakat.

Pasalnya, setiap kali hujan turun cukup deras di kawasan puncak Gunung Sinabung acap kali meluap dan menyebabkan jalur antar kecamatan terputus.

Adapun daerah yang cukup rawan menjadi lokasi terdampak, berada di kawasan Kecamatan Tiganderket.

Di kawasan ini, aliran lahar dingin sempat beberapa kali menerjang.

Tak hanya memutus akses jalan, aliran lahar dingin yang membawa material sisa aktivitas vulkanik atau erupsi Gunung Sinabung tersebut juga sempat menghantam lahan pertanian milik warga sekitar.(cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved