Breaking News:

BSI Resmi Operasikan Single System, 15,5 Juta Nasabah kan Nikmati Beragam Keuntungan 

Wakil Direktur Utama BSI, Natari juga menimpali jika proses penyatuan sistem ini tergolong terlaksana dalam waktu singkat.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI
Pegawai bank saat melayani nasabah di Bank Syariah Indonesia Region 2 Medan beberapa waktu lalu. Area lampiran 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) kini resmi melakukan menerapkan Single System sebagai tahap akhir migrasi nasabah untuk perbankan syariah di Indonesia. 

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengungkapkan jika per 1 November 2021, seluruh kode bank yaitu 451, satu core banking system, dan satu laporan keuangan dengan nama Bank Syariah Indonesia.

Baca juga: Hakim Tolak Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT PP Melawan Hotel Labersa

"BSI Single System betul-betul bank hasil merger dan sudah dirunning per 1 November. Kami yakin dengan adanya Single System ini BSI akan semakin besar dari segi aset, laba, pembiayaan dan mobile banking," ungkap Hery.

Wakil Direktur Utama BSI, Natari juga menimpali jika proses penyatuan sistem ini tergolong terlaksana dalam waktu singkat.

"Waktu yang diperlukan untuk migrasi bahwa dari target sampai 1 November ternyata bisa kita selesaikan dalam waktu enam bulan, sehingga bisa kita berhemat lebih cepat empat bulan," ujar Natari.

"BSI juga sudah melakukan rollout jumlah cabang BNI Syariah dan BRI Syariah itu jumlahnya 756, dalam waktu enam bulan bisa kita selesaikan untuk proses migrasinya," lanjut Natari.

Adapun total jumlah rekening migrasi BNIS dan BRIS berjumlah 8,5 juta nasabah. Jika terhitung termasuk Bank Syariah Mandiri berjumlah total ada 15,5 juta nasabah.

Baca juga: Hakim Tolak Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT PP Melawan Hotel Labersa

"Tapi hanya dua bank yang kita migrasikan karena sistem yang kita pakai itu adalah BSM," ujarnya.

Natari mengakui jika saat melakukan integrasi Single System ini turut menghadapi beragam tantangan.

"Kita sama sama tahu pada saat migrasi itu semasa covid sehingga BSI dituntut bekerja lebih cepat dan tepat serta memberikan solusi kemudahan kepada nasabah untuk mengakses BSI mobile dimanapun dan kapanpun. Jadi waktu itu kartunya BNIS dan Bris masih bisa dipakai untuk akses ke BSI," tutur Natari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved