Breaking News:

Prestasi Bobby Nasution Terkait Vaksinasi Covid-19 untuk Pelajar

Wali Kota Medan, Bobby Nasution memaparkan capaian vaksinasi Covid-19 yang berhasil dilakukan Pemerintah Kota Medan.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wali Kota Medan, Bobby Nasution meminta kepada seluruh sekolah untuk memperketat pengawasan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan, Bobby Nasution memaparkan capaian vaksinasi Covid-19 yang berhasil dilakukan Pemerintah Kota Medan. Sehingga, proses belajar mengajar di sekolah akan segera dilakukan. 

Ia menjelaskan, dari 105.000 lebih pelajar Kota Medan yang mendapat divaksin, hingga saat ini sudah 80% pelajar telah mendapatkan suntikan vaksin.

Capaian vaksinasi ini berkat kerja keras Pemko Medan yang gencar melakukan vaksinasi bagi pelajar berusia 12 - 18 tahun.  Apalagi Pemko Medan juga menargetkan setiap harinya sebanyak 5.000 pelajar harus mendapatkan suntikan vaksinasi. 

Prestasi itu disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim dan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi di Aula T. Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubsu.

Dihadapan Nadiem Makarim, Edy Rahmayadi, Musa Rajekshah, dan Kepala Daerah lainya yang mengikuti secara virtual, Bobby Nasution mengatakan untuk capaian vaksinasi terhadap para guru-guru dibawah wewenang Dinas Pendidikan Kota Medan yakni TK/PAUD, SD dan SMP sudah sebanyak 86% guru di Kota Medan telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

"Sisahnya untuk guru yang belum divaksin sebagian karena adanya komorbid dan ada juga yang sedang hamil atau masuk kedalam batas kehamilan yang tidak boleh divaksin,"sebut Bobby Nasution.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Bobby Nasution juga turut memaparkan terkait dengan program guru penggerak yang menjadi program penting dari Mendikbud Ristek. 

Bobby Nasution menjelaskan bahwasannya guru-guru sekolah yang  mengikuti program guru penggerak tersebut ada sebanyak 11 guru PAUD, 55 guru SD dan 40 guru SMP.

"Semuanya telah mengikuti program guru penggerak tersebut," ujar Bobby Nasution.

Sementara itu, Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim mengatakan, dalam menggelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT)  yang paling penting adalah mengakselerasi vaksinasi dan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved