Breaking News:

Sepekan Lalu, Bobby Nasution dan Nadiem Tinjau Pelaksanaan Belajar di Kota Medan, Begini Keseruannya

Wali kota Medan Bobby Nasution bersama Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim melakukan peninjauan Pembelajaran Tatap

Editor: jefrisusetio
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim berswafoto dengan duru dan para pelajar saat meninjau pelaksanaan pembejalaran tatap muka (PTM) di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM), Medan, Selasa (26/10/2021). Kehadiran Nadiem Makarim untuk mengajak para pelajar dan guru menyebarkan nilai Pancasila dan berharap YPSIM bisa membantu Kemendikbudristek dalam program merdeka belajar. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali kota Medan Bobby Nasution bersama Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim melakukan peninjauan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Jalan Sunggal, Gang Bakung Pekan I, Kecamatan Medan Sunggal.

Peninjauan ini guna melihat pelaksanaan PTM yang dilakukan dengan penerapan Protokol Kesehatan yang ketat.

Saat tiba di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Bobby Nasution bersama Nadiem Anwar Makarim menuju ke dalam gedung sekolah dan memasuki ruangan kelas guna melihat proses PTM yang tengah berlangsung.

Selain memastikan para pelajar memakai masker dengan baik dan hanya 10 orang pelajar di dalam kelas, Bobby Nasution bersama Nadiem Anwar Makarim juga menyempatkan diri berbincang dengan salah seorang pelajar dan guru yang ada di kelas.

Bobby Nasution menjelaskan, Kota Medan telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tanggal 11 Oktober 2021 dengan aturan dan Prokes yang ketat.

Salah satunya adalah jumlah pelajar dalam setiap kelas masih dibatasi hanya diperbolehkan 10 pelajar. Selain itu waktu atau jam belajar juga masih dibatasi hanya boleh 2 jam dalam sehari.

"PTM di Medan sudah berjalan dengan aturan dan Prokes yang ketat. Kita akan terus pantau pelaksanaannya. Sesuai arahan Menteri Dikbudristek untuk SMP jumlah siswa di setiap kelas sudah bisa kita tambah dari yang awal dibukanya PTM hanya 10 siswa," kata Bobby Nasution.

Bobby Nasution menambahkan untuk pelajar SMP yang bisa mengikuti PTM adalah pelajar yang sudah divaksin. Bagi yang belum di vaksin atau pun tidak mendapatkan izin dari orang tua tetap bisa mengikuti pembelajaran secara hybrid.

Sebab, Bobby Nasution telah meminta kepada seluruh sekolah tetap melakukan pembelajaran hybrid meskipun PTM sudah berjalan.

"Untuk mengawasi secara ketat Prokes di sekolah, Saya telah meminta seluruh sekolah wajib memiliki dan mengaktifkan Tim Satgas Covid-19 Sekolah. Sebab kita tetap waspada dengan penyebaran Covid-19 meskipun saat ini Kota Medan status PPKM level 2," Ungkap Bobby Nasution.

Terkait dengan PTM Pelajar Sekolah Dasar (SD), Bobby Nasution mengungkapkan direncanakan dalam Minggu depan atau awal bulan November akan mulai diperbolehkan namun tetap dengan aturan dan Prokes yang ketat. "Untuk SMP seluruh sekolah sudah diperbolehkan untuk melakukan PTM. Untuk SD belum kita perkenankan, namun kita minta SD harus memiliki kesiapan infrastruktur sesuai Prokes," ujar Bobby Nasution.

Dalam peninjauan PTM di Medan bersama Menteri Dikbudristek Nadiem Anwar Makarim, selain Wali Kota Medan hadir Dirjen paud dan dikdasmen, Jumeri.

Lalu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Sofyan Tan yang juga Anggota DPR RI, Plt Dirjen Dikti Ristek, Prof Nizam, Direktur SD ( jubir PTMT), Sri Wahyuningsih, Staf khusus Mendikbudristek bidang Pembelajaran, Hamid dan Staf khusus Mendikbudristek Bidang Pemerintahan, Juristan.

(*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved