Breaking News:

Sidang Penggelapan Barang Bukti Sabu oleh 11 Oknum Polisi Tanjungbalai, Ada Ketertlibatan Pihak Lain

Dimana Adi Ismanto tersebut bertugas sebagai perantara antara Agus Ramadhan Tanjung dengan Sawaluddin dan Franki.

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Alif Alqadri Harahap
Saksi memberikan keterangan di ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai, Selasa(2/11/2021). Tim Satres Narkoba Polres Batubara mengungkapkan penangkapan berawal dari Satu Kilogram Sabu. 

TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI - Dalam sidang penggelapan barang bukti yang dilakukan oleh 11 orang oknum Polisi dan Pekerja Harian Lepas di Polres Tanjungbalai menyeret beberapa nama oknum lainnya.

Dalam sidang yang beragendakan saksi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rikardo Simanjuntak selaku Kasi Pidum Kejari Tanjungbalai menghadirkan L Tarigan dan Indra Marbun yang merupakan anggota kepolisian dari Satres Narkoba Polres Batubara.

Baca juga: Kredit UMKM di Sumut Meningkat, Pertumbuhan Paling Besar di Kota Medan

Dalam hal ini, kedua saksi dihadirkan terhadap terdakwa Tuharno, Agus Ramadhan Tanjung, dan Hendra. Dimana dalam keterangan kedua orang saksi tersebut tersebut beberapa nama oknum lainnya.

"Berawal kami mengamankan dua orang pria Sawaluddin dan Franki Manik. Dimana berdasarkan keterangannya, keduanya di suruh oleh seorang bernama Adi Ismanto yang merupakan oknum TNI," katanya.

Dimana Adi Ismanto tersebut bertugas sebagai perantara antara Agus Ramadhan Tanjung dengan Sawaluddin dan Franki.

"Dia mengambil barang dari Agus, dan meminta tolong kepada Sawaluddin dan Franki untuk Menjual kan barang tersebut," jelasnya.

Selanjutnya, dari hasil perbincangan di handphone, Satres Narkoba Polres Batubara berhasil mengamankan Agus dari salah satu cafe di Batubara.

Baca juga: Rubiati, Mantan Warga Binaan Gepeng Dinsos Sumut, Kini Sudah Hidup Mandiri hingga Beli Tanah

"Sehingga, dia mengaku bahwa barang bukti yang telah disisipkan sebanyak 13 bungkus atau 13 kilogram. Namun yang kami temukan hanya 11 kilogram," lanjut Marbun.

Ia mengatakan, satu kilogram sudah di terima oleh Adi Ismanto selaku oknum TNI, serta satu kilogram lainnya dijual kepada B Tanjung.

Sementara, Kasi Pidum saat di wawancarai tribun-medan.com mengaku Adi telah di tangani di Dilmil Medan, sedangkan B Tanjung masih ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved