Cerita Seleb
Baim Wong Merinding Ketakutan, Aa Gym Ingatkan Dosa dan Tanggungjawab Konten Berbagi
Rupanya, suami Paula Verhoeven itu terkenang dengan perbincangannya dengan Aa Gym beberapa
TRIBUN-MEDAN.com - Youtuber Baim Wong merasa merinding dan ketakutan. Ini setelah KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym mengingatkan pertanggungjawaban dari konten berbagi di media sosial.
Kala itu, Baim Wong disinggung soal pertanggungjawaban atas konten-kontennya di youtube.
"Tiba-tiba dia menanyakan, pertayaannya bagus 'baim bagaimana kamu mempertanggungjawabkan follower kamu?'," ujar Baim Wong.
Baim Wong pun mengaku bingung dan takut salah menjawab kala itu.
Momen ini dikutip Banjarmasinpost.co.id dari YouTube Helmi Yahya Bicara yang diunggah 1 November 2021.
Yaa baru-baru ini, youtuber Baim Wong berbincang dengan presenter senior, Helmy Yahya. Saat itu, Ayah Kiano Tiger Wong menyentil soal KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym.
Rupanya, suami Paula Verhoeven itu terkenang dengan perbincangannya dengan Aa Gym beberapa waktu lalu.
Kini, Baim Wong kembali menyentil kesan perbincangan dengan sang ulama tersebut.
Momen ini dikutip Banjarmasinpost.co.id dari YouTube Helmi Yahya Bicara yang diunggah 1 November 2021.
Baca juga: Kabar Sirajuddin Balik Mesra sama Imel Mantan Istri, Zaskia Gotik : Gue Gak Terima
Baca juga: Nasib Penyanyi Lintas Generasi Dulu Kehilangan Hak Asuh Anak, Kini Drastis Badan Melebar Usai Rehab
Baca juga: Nasib Selebgram Susah Payah Bangun Karier Jualan, Setelah Sukses Kini Terancam Penjara
Dalam video itu, Baim Wong ternyata juga merasakan keresahan atas perbuatannya selama ini.
Bahkan, ayah Kenzo Eldrago Wong itu mengaku sering bertanya kepada ahli agama terkait apa yang dilakukannya.
Satu di antaranya pada Aa Gym. Baim Wong menceritakan momen pertemuan secara daring dengan Aa Gym itu.
Ternyata, pertemuan itu sangat berkesan bagi Baim Wong. Bahkan, dia mengaku pesan Aa Gym masih melekat diingatannya.
Kala itu, Baim Wong disinggung soal pertanggungjawaban atas konten-kontennya di youtube.
"Tiba-tiba dia menanyakan, pertayaannya bagus 'baim bagaimana kamu mempertanggungjawabkan follower kamu?'," ujar Baim Wong.
Baim Wong pun mengaku bingung dan takut salah menjawab kala itu.
Lantas, Baim Wong kembali bertanya maksud dari pertanyaan Aa Gym tersebut.
Sentilan Aa Gym pada Baim Wong pun muncul terkait konten-konten yang kerap kali dibagikan di media sosial.
"Oke gini Baim, kalau kamu mem-post sesuatu di Instagram atau dimanapun ya, tiba-tiba maaf ya kamu menjual seperti kekayaan atau gimana, kalau ada orang yang sirik sama kamu itu kamu tanggung dosanya satu," jelas Baim menirukan apa yang dikatakan Aa Gym.
Bahkan, Aa Gym meminta Baim Wong lebih dalam berpikir. "Bayangin kamu ada 17 juta jadi ya, kamu tanggungin semua itu," ujar Baim kembali menirukan Aa Gym.
Ternyata, kala itu, Aa Gym mengingatkan dirinya akan dosa yang selama ini mungkin tak dirasakan olehnya.
"Itu yang ada dikomen aja itu ribuan tapi yang gak keliatan yang dipikiran orang (dosanya) kamu tanggung loh," ujar Baim yang kembali mengulang kata-kata Aa Gym.
"Karena dosa itu sebiji jari tuh bener, hati-hati dalam memposting," kata Baim lagi mengingat ucapan Aa Gym.
Baim Wong pun mengaku takut dan lebih berhati-hati dalam menggunggah apapun di media sosial miliknya.
"Saya takut, 'kamu pertanggungjawabannya tuh nanti di sana dan itu benar Baim'," kata Baim.
"Saya semenjak itu hati-hati, dan itu sangat masuk akal untuk saya," ujarnya.
Baim Wong juga mengungkap pesan Aa Gym lainnya untuknya, terutama terkait konten berbagi.
Aa Gym memang membolehkan, namun Baim diingatkan untuk melakukannya juga untuk tak diketahui orang lain.
"Boleh baim berbagi, dan itu ada dalilnya juga, syiar untuk berbagi supaya orang mencontoh atau mengajarkan, tapi alangkah baiknya yang gak ketahuan itu lebih banyak," ucap Baim Wong menirukan pesan Aa Gym.
Memang, Baim terkenal dengan konten berbaginya. Sejumlah orang telah mendapat bantuannya.
Namun, hal ini menuai banyak pro dan kontra.
Sebelumnya, fenomena konten-konten YouTube yang memperlihatkan kegiatan bersedekah seperti konten Baim Wong dan Paula Verhoeven memang cukup banyak.
Walaupun saat sedekah memberikan uang, Baim Wong kerap menyamar. Kemudian, aksi ayah Kiano Tiger Wong itu kerap ditampilkan di konten Youtube Baim Paula.
Namun banyak juga yang menyebut aksi suami Paula Verhoeven ini sebagai bahan pembelajaran.
Terkait fenomena tersebut, Ustaz Abdul Somad (UAS) pun turut angkat bicara.
Hal tersebut berawal dari salah seorang netizen bertanya langsung pada Ustaz Abdul Somad di sebuah pengajian virtual.
Dilansir oleh TribunnewsBogor.com dari Youtube Aswaja TV dan Ustaz Abdul Somad Official, salah seorang netizen bertanya mengenai hukum sedekah yang dijadikan konten Youtube seperti Baim Wong.
"Pertanyaan pertama dari ibu Sastri di Bengkulu. Bagaimana ustaz menanggapi fenomena Youtuber yang bersedekah membantu orang lain dan dijadikan konten.
Jadi bagaimana hukumnya dalam Islam Youtuber mendapatkan income, tapi bersedekah membantu orang lain?" tanya netizen tersebut.
Ditanya seperti itu, Ustaz Abdul Somad atau akrab disapa UAS ini pun menjelaskan soal bedanya muamalah atau interaksi sosial kepada masyarakat dan ibadah.
Interaksi sosial kepada masyarakat dalam Islam, dijelaskan oleh Ustaz Abdul Somad ini hukumnya adalah boleh.
"Hukum dasar muamalah dalam Islam beda dengan hukum ibadah.
Hukum dasar muamalah atau interaksi sosial dalam Islam, hukum dasarnya adalah ibahah atau mubah atau boleh," papar Ustaz Abdul Somad.
Akan tetapi, aksi tersebut bisa dikatakan haram jika ada unsur penipuan.
UAS pun memberikan contoh soal penipuan dalam hal konten Youtube.
"Kapan dia menjadi haram? Yakni ketika ada unsur yang menyebabkan dia jatuh pada haram, misalnya ada unsur tipunya.
Misalnya dibuat konten menolong orang, dikumpulkan uang orang banyak, tidak ada transparansi. Kita tidak tahu uang itu pergi kemana," tutur Ustaz Abdul Somad.
Bahkan, Ustaz Abdul Somad pun menyinggung soal Undang Undang di negara Indonesia soal ketentuan yang bisa mengelola uang masyarakat itu adalah lembaga yang sudah dapat izin.
"Di Indonesia ada Undang-undang yang bisa mengelola uang masyarakat itu adalah lembaga yang diizinkan pemerintah.
Maka kalau ada seseorang yang mengelola uang masyarakat sendiri, maka dia bisa dijatuhi hukuman. Oleh karena itu, kalau tidak ada dasar hukum secara negara , tidak pula ada dasar hukum agama, melanggar hukum syariat islam, maka dia jatuh pada haram," papar UAS.
Namun jika tidak memiliki lembaga berizin tersebut, seseorang bisa menjadi jembatan dalam hal mengumpulkan uang dari masyarakat dan diserahkan lagi pada masayrakat yang membutuhkan.
"Adapun orang yang mengumpulkan uang masyarakat, belas kasihan masyarakat, lalu kemudian dia serahkan. Dia hanya sekedar pengumpul, menjadi jembatan," tegas UAS lagi.
Bila terjadi penipuan dalam konten Youtube tersebut, selian dikatakan haram, maka menurut Ustaz Abdul Somad., masyarakat bisa langsung melaporkan ke polisi.
Hal tersebut demi menimbulkan efek jera kepada sang Youtuber agar tak melakukan penipuan lagi.
"Bila terjadi penipuan, maka secara hukum Fiqih itu haram. Masyarakat bisa mengadu pada pemerintah.
Nanti kemudian bapak polisi menangkap, dituntut oleh jaksa, pak hakim mempertimbangkan maka dijatuhkan hukuman. Itu untuk memberikan efek jera," tegas UAS.
Namun bila tak ada unsur penipuan, maka sebaiknya umat islam menjadikannya sebagai motivasi diri untuk lebih banyak sedekah.
"Tapi kalau tidak ( penipuan), maka ini motivasi kepada kita bagi umat," tutur Ustaz Abdul Somad.
Kemudian, Ustaz Abdul Somad pun menyindir soal Youtuber yang dalam kontennya tak punya pesan akhlak.
"Apalagi Youtuber-Youtuber yang isinya sampah, tidak ada pesan akhlak. Tapi banyak follower, penonton. Dia tidak tahu apa yang dicari sebenarnya," sindir Ustaz Abdul Somad.
Lantas, Ustaz Abdul Somad pun menyebut harus mendukung Youtuber yang isinya membantu masyarakat yang membutuhkan.
Pasalnya, Ustaz Abdul Somad menyebutkan adanya perintah dalam Al Quran soal tolong menolong dalam kebaikan.
"Tapi kalau ada Youtuber yang baik, isinya membantu masyarakat, kemudian tidak ada unsur tipu, tidak ada unsur menganiaya orang lain.
Di dalamnya ada unsur taawun tolong menolong. Harus didukung, karena dalam Al Quran ada kalimat ta'awanu alal birri wat taqwa wala ta'awanu alal itsmi wal udwan.
Tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam permudsuhan dan dosa,"
"Demikian wallahu a'lam," tandas Ustaz Abdul Somad.
Sementara, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, mengatakan sedekah dalam berbagai bentuk bisa dilakukan secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 274. “Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
Menurutnya, dua cara itu boleh dilakukan dengan syarat ikhlas memberi karena Allah SWT.
“Ada dua cara sedekah, pertama dengan terang terangan, kedua dengan sembunyi-sembunyi atau sirran wa ‘ala niyyah. Yang penting adalah ikhlas,” katanya.
Buya Amirsyah juga menjelaskan, yang perlu diperhatikan dalam bersedekah juga adalah proses penyaluran dan proses mendapatkan dana sedekah tersebut.
Sedekah baik dalam bentuk zakat, infak atau wakaf harus benar dalam proses distribusi dan perolehan dana.
Dia juga menyoroti soal pundi-pundi uang yang diterima konten kreator dari platform-platform media sosial haruslah berasal dari yang baik dan tidak melanggar syariat.
Kreator tidak mengambil uang dari iklan-iklan yang diharamkan seperti iklan minuman keras atau judi.
“Jadi dia (harta sedekah) halal dalam arti administrsai dan goiru dzat. di luar dzat itu termasuk perilakunya, pengelolaannya, peyalurannya. Supaya dana yang kita peroleh itu berkah,” terangnya.
(*/Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di Banjarmasinpost.co.id