Breaking News:

Langkah Penanganan Banjir di Deliserdang yang Dilakukan Dinas PUPR, Bangun Stasiun Pompa

mengenai penanganan banjir di kawasan Perumahan Taman Sari Baru Tanjung Morawa, Janso menyebut mereka sudah merencanakan untuk membangun stasiun pompa

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ INDRA
Warga komplek perumahan Taman Sari Permai Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang berusaha mengeluarkan air yang masuk ke dalam rumahnya dengan menggunakan sapu Rabu, (3/11/2021).  

TRIBUN-MEDAN.com,DELISERDANG- Pemkab Deliserdang mencatat banjir yang terjadi pada saat ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Tanjung Morawa saja namun juga di wilayah Kecamatan Patumbak dan sebagian Kecamatan Percut Seituan dan Deli Tua. 

Baca juga: Viral Video Satpol PP Diusir Emak-emak Saat Berteduh dari Panas, Kasatpol PP Sergai Angkat Bicara

Untuk total ada sekitar 900 unit rumah yang terdampak banjir dan dirasakan lebih dari 3 ribuan jiwa. 

Untuk saat ini Dinas PUPR pun sudah melakukan penanganan langsung di lokasi. 

"Alat kita sekarang sudah turun di Marindal untuk buka parit. Tenaga BHL kita juga sudah diturunkan buka parit pembuangan supaya banjir. Supaya cepat surut banjir di kawasan Patumbak,"ucap Kadis PUPR Deliserdang, Janso Sipahutar Rabu, (3/11/2021).

Sementara itu mengenai penanganan banjir di kawasan Perumahan Taman Sari Baru Tanjung Morawa, Janso menyebut mereka sudah merencanakan untuk membangun stasiun pompa di daerah tersebut nantinya. 

Hal ini hanya satu-satunya cara yang bisa dilakukan mengingat lokasi perumahan yang terendam seperti kuali yang daerahnya cekungan.

Untuk mesin stasiun pompa belum pernah dibangun oleh Pemkab dan akan dibuat pertama kali di kawasan ini. 

"Karena tiap tahun makanya kedepan mau kita bangun stasiun pompa. Nanti setelah itu kita hibahkan ke Desa untuk operasionalnya. Kalau yang masang nanti kita. Ini khusus untuk daerah yang memang cekungan seperti kuali,"kata Janso. 

Baca juga: Pakai Uang Perusahaan Buat Berobat Istri, Khoe Fi Seng Memelas Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Ia menyebut sungai yang ada di kawasan perumahan sudah dilakukan pengorekan sebenarnya. 

Namun karena tanah perumahan di bawah sungai makanya lama air surut. 

Ketika di pompa, maka kedepan air bisa cepat mengalir. 

" Kalau udah ada nanti bisa kita buang ke sungai. Sekarang ini air pantai pun sedang pasang jadi lambat mengalirnya. Selain air hujan banyak banjir kiriman yang datang ke tempat kita ini,"ucap Janso.

(dra/tribun-medan.com). 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved