Breaking News:

Angka Pengangguran di Sumut Masih Tinggi, Pengamat Ekonomi : Daya Serap Tenaga Kerja Masih Minim

Faktor pengangguran yang kian meningkat akibat dari angkatan kerja yang semakin meningkat sedangkan lapangan kerja semakin sempit.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Ayu Prasandi
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tingkat pengangguran di Sumatera Utara imbas dari Covid-19 mencapai 84 ribu orang.

Terkait hal ini, Pengamat Ekonomi Sumut Armin Nasution menyebutkan jika hal ini wajar lantaran Sumut masih berada dalam kondisi pandemi. 

Baca juga: Seorang ARMY Malah Kena Omel V BTS Karena Menanyakan Hal Simpel Ini, Ada Apa?

"Angka pengangguran naik dengan kondisi sekarang kan bisa kita pahami karena pandemi yang berlangsung saat ini paling banyak itu PHK terutama di sektor hotel, restoran, dan pariwisata dan bisnis retail," ungkap Armin, Jumat (5/11/2021).

"Ini imbas dari pandemi dan juga kontraksi pertumbuhan ekonomi yang sempat minus. Kita tahu kalau sudah minus ini tidak ada sektor yang bergerak. Hanya ada sektor pertanian saja yang tumbuh," lanjutnya. 

Lanjut Armin, ia mengatakan bahwa faktor pengangguran yang kian meningkat akibat dari angkatan kerja yang semakin meningkat sedangkan lapangan kerja semakin sempit.

"Angkatan kerja ini kan terus bertambah. Ketika pandemi terus berlangsung, jumlah PHK naik, sementara lulusan PT dan pencari kerja malah bertambah banyak. Pasar tenaga kerja kan dipengaruhi supply dan demandnya, kalau permintaan tinggi kemudian lapangan kerja yang dibuka sedikit, otomatis akan menambah jumlah pengangguran," ujarnya.

Sementara itu, Armin juga mengakui bahwa angka pengangguran yang masih merangkak naik lantaran perusahaan saat ini masih wait and see melihat belum ada kepastian dalam pergerakan bisnis.

"Masih sangat kurang karena semua berhemat. Pandemi ini membuat ketidakpastian dalam berbisnis. Kalau misalnya kita produksi dengan jumlah besar tapi jumlah daya serap minim akan membuat serapan pasar tidak bisa pulih dan tenaga kerja harus dikurangi," kata Armin.

Baca juga: Berhasil Tipu Ratusan Orang, Ternyata 2 Pelaku Pinjol Ilegal Belajar Saat di Hukum Lapas

Terkait hal ini, Armin menilai belum dapat menggantungkan harapan sepenuhnya kepada pengusaha yang juga turut terdampak. 

Namun begitu, ia menilai pada momen seperti ini pemerintah dapat menanggulangi melalui proyek-proyek kecil kepada masyarakat yang pengangguran secara merata di beberapa wilayah.

"Hal yang bisa diandalkan yaitu kebijakan pemerintah seperti kebijakan fiskal lewat APBN, contohnya proyek padat karya seperti membuat parit yang dihandle oleh pemerintah. Pemerintah bisa membuat proyek kecil tapi merata di daerah yang potensi penganggurannya besar," ucapnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved