Breaking News:

Bobby Nasution Terima Pujian Dari Juri Berkat Gercep Turunkan Level PPKM

Gerak cepat (gercep) Wali Kota Medan, Bobby Nasution dalam menurunkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Editor: jefrisusetio
TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat ditemui di Stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (4/11/2021). Ia mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan terkait penyelenggaraan layanan tes PCR.(TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA) 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Gerak cepat (gercep) Wali Kota Medan, Bobby Nasution dalam menurunkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari Level 4 menjadi Level 2 mendapat apresiasi sekaligus pujian dari juri penyelenggara Anugrah Tangguh Adhiwirasana.

Penurunan status PPKM ini dinilai terbilang sangat cepat karena dilakukan hanya dalam kurun waktu sekitar tiga bulan. 

Apresiasi ini disampaikan oleh para juri saat berlangsungnya sesi Sosialisasi Teknis Presentasi dan Wawancara 30 besar kandidat peraih Wira Sandya Laksana Anugrah Tangguh Adhiwirasana yang dilakukan secara virtual di Command Centre Kantor Wali Kota Medan

Saat ini Kota Medan masuk kedalam 30 daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota  yang telah dinyatakan lolos dalam tahapan penjurian self-assessment terkait inisiatif inovasi dalam penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan sosial.

Selanjutnya, Kota Medan bersama 29 daerah yang telah lolos tersebut menjalani tahapan sesi wawancara yang dilakukan para dewan juri  yang merupakan panelis ahli dari lintas bidang yang sangat mumpuni dalam penanganan bencana non alam Covid-19. 

Selain memberikan apresiasi, dewan juri juga menjadikan langkah-langkah yang dilakukan Bobby Nasution yang begitu cepat menurunkan status level PPKM menjadi salah satu pertanyaan utama dalam sesi wawancara tersebut.

Didampingi Asisten Pemerintahan dan Sosial, M Sofyan, Asisten Administrasi Umum, Renward Parapat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, M Husni, dan Plt Kadis Sosial Fachruddin Harahap, Bobby Nasution selanjutnya menjelaskan, penurunan tidak terlepas dari monitoring yang dilakukan selama ini.

Dikatakan Bobby Nasution, monitoring yang semula merupakan kegiatan skala besar diubah menjadi skala lebih kecil. 

Meski Kota Medan tidak memiliki RT dan RW, tapi mempunyai kepala lingkungan (kepling) yang berjumlah 2.001 orang dan 151 kelurahan.

Kepling ini, jelas Bobby Nasution,  dimanfaatkan untuk melakukan monitoring pengawasan bagaimana kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes).

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved