Breaking News:

Harga Tes PCR di RSU Kabanjahe Turun, Maksimal 300 Ribu Rupiah

Penurunan ini, juga diikuti oleh fasilitas kesehatan penyedia layanan PCR hingga ke tingkat daerah. 

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Royandi Hutasoit
TRIBUN MEDAN/RECHTIN RITONGA
Ilustrasi Tes PCR 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Pemerintah secara resmi telah menurunkan harga tes Polymerase Chain Reaction (PCR), dari harga 550 ribu rupiah saat ini menjadi 300 ribu rupiah. Penurunan ini, juga diikuti oleh fasilitas kesehatan penyedia layanan PCR hingga ke tingkat daerah. 

Salah satu penyedia layanan PCR di Kabupaten Karo ialah, Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe. Ketika dikonfirmasi, Direktur Utama (Dirut) RSU Kabanjahe dr Arjuna Wijaya, menjelaskan jika pihaknya saat ini sudah menurunkan harga PCR dan untuk besarannya mengikuti dari pemerintah. 

"Untuk fasilitas PCR, kemarin saat 550 ribu rupiah kita tetapkan 525 ribu rupiah. Saat ini sudah kembali turun, dan kita ikut arahan pemerintah biaya PCR 300 ribu rupiah," ujar Arjuna, saat ditemui di RSU Kabanjahe, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe, Jumat (5/11/2021).

Hingga saat ini, dijelaskan Arjuna informasi penurunan harga tersebut diduga masih belum diketahui oleh semua masyarakat. Ketika ditanya apakah ada peningkatan pasca harga PCR turun, di iya mengatakan jika pihaknya masih belum melihat jumlahnya secara pasti. 

"Saat ini masih fluktuatif jumlahnya, pernah 28 sampel dalam satu hari sampai 30, jadi masih naik turun seprti hari ini saya dengar laporan asa delapan sampel yang dites," ucapnya. 

Diketahui, saat ini pemerintah sudah menetapkan aturan untuk masyarakat yang akan bepergian menggunakan armada pesawat sudah tidak harus memiliki hasil PCR dan digantikan oleh antigen. Dengan persyaratan, untuk antigen masyarakat harus sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. Namun, bagi masyarakat yang baru mendapatkan dosis vaksin pertama tetap harus menyertakan hasil tes PCR. 

"Mungkin saat ini yang melakukan tes PCR yang baru satu kali vaksin," katanya. 

Ketika ditanya perihal jumlah masyarakat yang melakukan tes rapid antigen, Arjuna juga mengatakan pihaknya belum mendapatkan angka secara pasti. Selain itu, untuk tes antigen dapat dilakukan di fasilitas kesehatan yang cukup banyak seperti klinik dan puskesmas.

Diketahui, dari beberapa sampel yang diambil oleh pihak tenaga kesehatan RSU Kabanjahe merupakan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan. Dari kabar yang didapat, nantinya aturan tentang pembebasan PCR di aktivitas penerbangan akan kembali dievaluasi pada 15 November mendatang.

Jika nantinya kembali terjadi peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19, pemerintah akan kembali mengevaluasi dan bisa saja akan kembali menetapkan tes PCR sebagai syarat utama untuk masyarakat yang melakukan perjalanan menggunakan pesawat.

(cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved