Breaking News:

Medan Terpilih Jadi Pilot Project Program Penataan Transportasi Perkotaan

Medan terpilih sebagai pilot project program penataan transportasi perkotaan.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Medan terpilih sebagai pilot project program penataan transportasi perkotaan. Pemko Medan dinilai mempunyai  komitmen mendukung program ini serta memiliki kemampuan fiskal dan finansial. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Medan terpilih sebagai pilot project program penataan transportasi perkotaan. Pemko Medan dinilai mempunyai  komitmen mendukung program ini serta memiliki kemampuan fiskal dan finansial.

Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Wali Kota Medan, Bobby Nasution dengan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, di Ruang Khusus Wali Kota Medan.

Turut hadir dalam pertemuan itu antara lain Direktur Angkutan Jalan Direktorat Perhubungan Darat Suharto dan Kadis Perhubungan Medan Iswar.

“Ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk melakukan penataan terhadap kota-kota di Indonesia. Di beberapa kota tadi tentunya merujuk kepada kota metropolitan sebagai pilot project. Dari kota metropolitan tadi, akhirnya terpilih 2 kota metopolitan yang memang benar-benar memenuhi kriteria, yaitu Medan dan Bandung Raya,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengungkapkan rasa terima kasih atas dijadikannya Medan sebagai pilot project program pembangunan penataan transportasi perkotaan ini.

“Ini memang yang kami tunggu-tunggu," ujarnya. 

Bobby Nasution mengatakan, program ini akan lebih mendorong masyarakat beralih dari transportasi pribadi menjadi transportasi umum.

Fasilitas tranportasi umum yang baik dan berkualitas tentu akan membuat masyarakat kian senang beralih pada angkutan umum.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Perhubungan Darat Suharto menerangkan, program ini akan diawali dengan pembuatan MoU yang menandakan komitmen awal pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Setelah MoU akan kita laksanakan riview terhadap Detail Enginering Design dan Feasibility Study, hingga dapat kita terapkan pada 2022. Kita harapkan, pada medium 2022 sudah akan mulai proses konstruksi, atau paling lambat di awal 2023 hingga selesai pada 2025,” sebut Suharto.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved