Breaking News:

Pengangguran di Sumut Meningkat, Sudah Capai 84 Ribu Orang

Syech Suhaimi mengungkapkan perempuan mendominasi tingkat Pengangguran sebesar 6,53 persen dibanding laki-laki sebesar 6,18 persen.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Royandi Hutasoit
Mustaqim / Tribun Medan
Sejumlah buruh memegang spanduk tuntutat mereka dalam aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (17/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Sumut per Agustus 2021 sebanyak 475 ribu jiwa, menurun dibanding Agustus 2020 sebanyak 508 ribu jiwa.

Namun, jika dibandingkan pada Februari 2021, ada sedikit peningkatan 26 ribu jiwa yakni sebesar 449 ribu jiwa.

Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi mengungkapkan jika perempuan mendominasi tingkat Pengangguran sebesar 6,53 persen dibanding laki-laki sebesar 6,18 persen.

"Dibandingkan Februari 2021, TPT laki-laki mengalami penurunan sebesar 0,17 poin sedangkan TPT perempuan mengalami kenaikan sebesar 1,01 poin," ungkap Syech, Jumat (5/11/2021).

Jika dilihat berdasarkan daerah tempat tinggal, pengangguran di perkotaan meningkat dua kali lipat sebesar 8,35 persen dibanding pedesaan sebesar 3,96 persen.

Sementara itu, jika dilihat dari latar belakang pendidikan, jurusan SMK memegang persentase tertinggi untuk tingkat pengangguran sebesar 8,36 persen, dan pengangguran terendah untuk tingkat SD sebesar 3,71 persen.

Syech menyebutkan angka pengangguran imbas pandemi Covid-19 ternyata meningkat. Adapun per Agustus 2021, pengangguran akibat Covid-19 sebanyak 84 ribu orang, meningkat dibandingkan Februari 2021 sebanyak 59 ribu orang.

Jika dilihat secara YoY, Pematangsiantar memegang tingkat pengangguran tertinggi sebesar 11 persen, kemudian diikuti kota Medan sebesar 10,81 persen, dan Deliserdang sebesar 9,13 persen.

Kemudian untuk pekerja setengah penganggur juga menunjukkan tren peningkatan per Agustus 2021 sebesar 9,67 persen, meningkat dibanding Februari 2021 sebesar 8,63 persen.

Setengah pengangguran adalah mereka yang jam kerjanya di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam per minggu), dan masih mencari pekerjaan atau bersedia menerima pekerjaan lain.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved