Breaking News:

Polda Sumut Tangkap Dua Pelaku Penipuan Bermodus Pinjaman Online

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut mengungkap kasus pinjaman online ilegal yang selama ini marak terjadi di Medan, Sumatera Utara.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Royandi Hutasoit
HO / Tribun Medan
Dua pelaku pinjaman online ilegal saat diboyong ke Polda Sumut, Jumat (5/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut mengungkap kasus pinjaman online ilegal yang selama ini marak terjadi di Medan, Sumatera Utara.

Dua orang tersangka yang ditangkap yakni Ahmad Randhy Ayyassi Sirait 21)  dan Syhari Yuddin (26), warga Jalan Ongah, Kecamatan Tanjung Balai Utara, Kota Tanjung Balai.

Kabid Humas Polda Sumut Komisaris Besar Polisi Hadi Wahyudi mengatakan keduanya ditangkap pada 22 Oktober 2021 lalu. Keduanya ditangkap saat sedang beraksi di sebuah rumah.

"Kami melakukan penggeledahan di rumah salah seorang tersangka yang setiap hari mereka jadikan tempat atau basecam nya untuk melakukan penipuan online ini," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Jumat (5/11/2021).

Dari tangan keduanya polisi mengamankan barang bukti uang tunai Rp 37 juta, PC komputer, Handphone dan sebuah buku tabungan.

Hadi menuturkan modus mereka ialah membuat grup WhatsApp dan grup besar di Medsos mengatasnamakan sebuah koperasi PT Simpan Pinjam Sejahtera yang legal.

Dalam menjalankan aksinya mereka juga mengelabui sasarannya dengan sudah terdaftar di OJK. Selain itu, mereka juga kerap mengirimkan tawaran pinjaman melalui pesan singkat.

Setelah mengirim pesan dan membuat status di Medsos dan sudah ada target yang merespon mereka langsung membujuk rayu korban agar mau mengambil pinjaman.

Setelah setuju, mereka pun mulai mengajukan syarat yakin memberikan uang setoran sebesar Rp 500 ribu.

Ketika uang sudah mereka terima melalui rekening yang disediakan para tersangka memblokir kontak dan memutuskan hubungan.

"Akun yang sesuai dengan pinjaman kemudian uang pendaftaran yang sudah diterima dan pada saat itulah mereka melakukan pemblokiran dan memutus kontak komunikasi," lanjutnya.

Sampai saat ini polisi masih mengejar satu pelaku lagi yang memiliki rekening bank BNI atas nama Eva Sirait.

Atas perbuatannya kedua pelaku terancam hukuman penjara selama enam tahun dengan denda Rp 1 Milliar.

"Pasalnya adalah pasal 28 ayat 1 junto pasal 45 ayat 1 undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan denda satu miliar rupiah," tutupnya.

(Cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved