Breaking News:

Sektor Pertanian Pegang Peranan Terbesar Pertumbuhan Ekonomi di Sumut

Ekonomi di Sumatera Utara mengalami peningkatan pada triwulan ke-III sebesar 3,67 persen secara year on year (yoy).

Penulis: Kartika Sari | Editor: Royandi Hutasoit
Biro Pers Media Setpres
Presiden Jokowi tinjau Food Estate di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Selasa (27/10/2020). Sumatera Utara telah menyiapkan lahan seluas 60 ribu hektar untuk Food Estate di 4 Kabupaten yaitu, Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Pakpak Bharat. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ekonomi di Sumatera Utara mengalami peningkatan pada triwulan ke-III sebesar 3,67 persen secara year on year (yoy).

"Pertumbuhan kita masih di atas pertumbuhan nasional yang sebesar 3,51 persen," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Syech Suhaimi, Jumat (5/11/2021).

Dijelaskan Syech, ada 15 sektor lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif dan dua mengalami tren negatif yaitu transportasi dan administrasi pemerintahan.

"Sektor jasa keuangan memegang peranan tertinggi pertumbuhan sebesar 8,43 persen, kemudian diikuti oleh infokom sebesar 7,12 persen," ujarnya.

Syech menyebutkan jika untuk sumber pertumbuhan ekonomi di Sumut berasal dari pertanian yang mengalami tren positif sebesar 1,20 persen, kemudian diikuti oleh perdagangan sebesar 0,97 persen, dan konstruksi sebesar 0,49 persen.

Adapun nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada triwulan III jika dilihat dari Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) mencapai Rp218,46 triliun, meningkat dibanding ADHB triwulan III tahun 2020 sebesar Rp203,81 triliun.

Pertumbuhan Provinsi Sumatera Utara menempati posisi ke-5 dari 10 provinsi di Pulau Sumatera. 

Pada Triwulan III-2021, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami pertumbuhan (y-on-y) tertinggi sebesar 6,11 persen, Jambi sebesar 5,91 persen, Riau sebesar 4,10 persen, Sumatera Selatan sebesar 3,93 persen, dan Sumatera Utara sebesar 3,67 persen.

Syech menyebut dari sisi Pengeluaran, Ekspor Barang dan Jasa merupakan komponen dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 7,56 persen.

Kemudian diikuti oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) tumbuh sebesar 2,33 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) tumbuh sebesar 2,04 persen dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 0,68 persen. 

Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa yang merupakan faktor pengurang dalam PDRB tumbuh sebesar 3,65 persen.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved