Breaking News:

Pembenahan Wilayah Utara Jadi Upaya Bobby Nasution Terapkan Pembangunan Merata di Kota Medan

Pembenahan wilayah Medan bagian Utara menjadi fokus perhatian Wali Kota Medan Bobby Nasution sebagai upaya penerapan pemerataan pembangunan

Editor: jefrisusetio
HO
Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau banjir di Jalan Pertahanan Gang Saudara, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas terenmdam banjir dengan ketinggian lebih kurang 10 cm, Rabu (3/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pembenahan wilayah Medan bagian Utara menjadi fokus perhatian Wali Kota Medan Bobby Nasution sebagai upaya penerapan pemerataan pembangunan di Kota Medan.

Sebab, selama ini orng nomor satu di Pemko Medan itu melihat  pembangunan hanya terpusat di inti kota dan seolah kawasan Medan Utara yang terdiri dari 4 kecamatan yakni Kecamatan Medan Deli, Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Belawan terkesan terabaikan.

Atas dasar itulah Bobby Nasution membawa isu pembangunan yang harus merata di Kota Medan saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Pembahasan Ranperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) bersama Dirjen Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI di Jakarta, Kamis (21/10) lalu.

Menantu Presiden RI Joko Widodo tersebut, ingin agar pembangunan dilakukan secara merata hingga ke pinggiran kota, termasuk kawasan Medan bagian Utara yang memiliki potensi dan peran penting terhadap kemajuan Kota Medan. 

Selain itu, juga sebagai  wujud tanggungjawab sehingga kehadiran pemerintah juga dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

“Salah satu yang menjadi isu strategis penataan ruang di Kota Medan yaitu perkembangan dan pembangunan kota yang selama ini cenderung memusat di inti kota. Oleh karenanya, perlu dilakukan pemerataan pembangunan, khususnya di kawasan Medan bagian Utara,” kata Bobby Nasution.

Kawasan utara Kota Medan terang suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu, ditetapkan sebagai pusat kota di bagian utara dengan fungsi sebagai pusat kegiatan dan perdagangan regional. 

Selain itu, imbuhnya, sebagai  pusat pelayanan transportasi, pusat kegiatan sosial budaya serta pusat kegiatan industri sekaligus pusat pertahanan keamanan.

“Sebagian besar arah pengalokasian kawasan lindung berada di Medan bagian Utara. Hal ini tentu memerlukan penyesuaian pada rencana pembangunannya, mengingat Medan bagian Utara mempunyai potensi yang dapat dikembangkan, salah satunya sebagai water front city (kota tepi laut),” ujar pria lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut.

Pembenahan wilayah Medan bagian Utara sebagai upaya Bobby Nasution terapkan pembangunan merata di Kota Medan mendapat apresiasi dari dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Dr Fakhrur Rozi MIKom.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved