Breaking News:

WAJIB DIKUNJUNGI, Festival Wisata di Desa Siallagan, Ada Drama kolosal Batu Kursi Parsidangan

Di Desa Siallagananda nanti akan melihat aksi Raja Siallagan pada drama kolosal yang bisa dibilang sebagai pengadilan masa lampau.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Ayu Prasandi
HO
Para pemain drama kolosal cerita wisata Batu Kursi Parsidangan Raja Siallagan di Huta Siallagan, Samosi 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR- Akhir pekan ini, akan ada atraksi wisata menarik di Desa Siallagan, Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir.

Febri Tua Siallagan, Pendamping Kebudayaan Desa Siallagan mengatakan, pada rangkaian festival nanti akan ada drama kolosal cerita Batu Kursi Parsidangan Raja Siallagan.

"Akan ada event yang bertujuan mengenalkan destinasi wisata bersejarah di Desa Siallagan, Samosir , event ini akan menampilkan banyak atraksi yg dikemas secara eksklusif Drama Kolosal yang diperankan oleh warga Sialagan dan masi banyak atraksi lagi,"ujar Febri Siallagan melalui Telepon, Kamis (4/11/2021).

Baca juga: Polres Langkat Adakan Rapat Anev P-Care, Kapolres : Masih Ada Pencatatan Vaksinasi Belum Sinkron

Drama kolosal ini akan berlangsung pada Sabtu, 6 November 2021 akhir pekan ini.

Di Desa Siallagananda nanti akan melihat aksi Raja Siallagan pada drama kolosal yang bisa dibilang sebagai pengadilan masa lampau.

Selama ini, anda hanya sering mendengar cerita Batu Kursi Parsidangan saat berkunjung ke lokasi. Nah, akhir pekan ini tentu ada yang spesial dari Desa Siallagan, Kabupaten Samosir.

Drama kolosal Raja Siallgan yang pada pelaksanaannya dilakukan secara hybrid di sepanjang dermaga Siallagan sampai perkamlungan atau Huta Siallagan. Selain itu, penonton juga dimanjakan dengan indahnya Huta Siallagan.

Huta Siallagan sendiri memiliki arti kampung Siallagan. Kampung yang dikelilingi tembok batu tersusun rapi setinggi 1,5 hingga 2 meter ini dulunya merupakan huta atau kampung orang bermarga Siallagan dan dibangun pada masa raja pertama Siallagan.

Tembok batu tersebut berfungsi untuk menahan serangan dari binatang buas maupun serangan dari huta lain karena dahulunya di Pulau Samosir sering terjadi peperangan antar huta.

Memasuki huta ini saya pun melihat beberapa rumah berarsitektur khas Batak Toba.

Konon rumah ini telah berusia ratusan tahun dan setiap rumahnya memiliki fungsi yang berbeda. Ada yang merupakan tempat tinggal raja dan keluarganya, serta ada yang merupakan tempat pemasungan.

Baca juga: Bak Jadi Firasat Kepergiannya dan Bibi Ardiansyah, Vanessa Angel Tinggalkan Benda Ini Demi Gala Sky

"Nah, untuk menyaksikan rekaonstuksi kebudayaan Raja Siallagan masa lalu secara lengkap, yuk langsung hadiri Sabtu 6 November 2021 akhir pekan mendatang,"ujar Febri.

(Jun-tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved