Gelegar Payung Nusantara 2021 Berakhir, Para Juri Mengaku Sulit Menentukan Mana yang Terbaik
Event lomba lukis virtual Gelegar Payung Nusantara Tahun 2021 akhirnya berakhir. Sebanyak 100 orang peserta lomba telah mengirimkan hasil karyanya
Penulis: Alija Magribi |
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Event lomba lukis virtual Gelegar Payung Nusantara Tahun 2021 akhirnya berakhir. Sebanyak 100 orang peserta lomba telah mengirimkan hasil karyanya kepada panitia perlombaan sebagai bagian dalam tahapan penjurian dan pengumuman pemenang.
Ketua Panitia Gelegar Payung Nusantara 2021 Utammi Suzairi, S.Pd.I tak menyangka event yang mereka laksanakan di masa Pandemi Covid-19 tak mengurangi kualitas yang ditunjukkan masing-masing peserta.
"Wah, kalau melihat hasil karya para peserta ini, saya berani menyandingkan mereka dengan karya atau event internasional. Ini bukan lokalan lagi," kata Utammi, Kamis (4/11/2021) sore.
Utammi mengatakan, saat ini mereka sudah melihat dan mengurutkan karya para peserta yang berada dalam 10 besar pada masing-masing kategori. Hasil video lukis para peserta juga diupload ke YouTube Sanggar Lukis Qalam Jihad untuk melihat interaksi penonton sebagai salah satu penilaian.
"Penjurian sudah semalam. Sudah dipilih 10 orang dari masing-masing kategori. Dan kita pilih dua pemenang khusus di YouTube kita. Kemudian akan diumumkan pada 21 November 2021," jelas Utammi.
Saat ini, Sanggar Lukis Qalam Jihad tengah mempersiapkan pengumuman pemenang dan merencanakan hasil lukis payung para peserta dipamerkan di Gedung Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar.
Lomba Lukis Virtual Gelegar Payung Nusantara sendiri berjurikan oleh 3 orang seniman andal di Kota Pematangsiantar, masing-masing adalah Gom Tobing, Amrial Saragih, dan Eko Suzatmiko. Adapun event ini merupakan dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) itu.
Menurut Gom Tobing, 100 peserta yang ikut dalam perlombaan tersebut sama-sama bagus dan memiliki nilai plus masing-masing. Ia dan teman-teman juri mengaku bingung menentukan mana yang terbaik untuk keluar sebagai juara.
"Bagus-bagus kami lihat semuanya. Sesuai dengan tingkatan kategori yang sudah ditentukan. Bahkan ada yang beberapa melebihi dari standar tingkatannya. Seperti dikategori SD dan SMP, sudah bisa naik tingkat dari segi teknik melukisnya. Kayak di tingkatan kategori SMA atau umum," kata pria yang aktif di dunia kartunis ini.
Gom menjelaskan, para juri harus sangat teliti dan berhati-hati dalam memilih mana yang akan menjadi juara. Tapi karena wajib mencari yang terbaik, mau tak mau, juri harus memutuskan mana yang terbaik dari yang terbaik.
"Sebanyak 10 finalis dipilih dari setiap kategori SD, SMP, SMA, dan umum. Lalu disaring lagi mendapatkan juara 1,2,3 dan harapan 1,2,3, " terang Gom Tobing.
Dia menuturkan, pertama kali yang harus disaring itu adalah kesesuaian konsep yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan panitia yakni "budaya nusantara". Ini adalah salah satu poin penting sebagai saringan pertama bagi kami para juri dalam menyaring seluruh hasil karya 100 peserta tersebut.
Kemudian, lanjut Gom, nilai untuk pesan dari karya sangat lah penting selain ide, kreatifitas, komposisi warna dan nilai artistik dari lukisan yang dilombakan.
"Yang pasti, hasil karya peserta itu adalah yang terbaik diantara lukisan terbaik lainnya. Lukisannya sangat berkesan bagi para juri. Dari sisi teknis, pesan, ide dan artistiknya, " tukasnya.
Gom mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Komunitas Budaya Sanggar Lukis Qalam Jihad yang sudah melakukan kegiatan melukis Gelegar Payung Nusantara di Kota Pematangsiantar.
"Ke depan, semoga para seniman muda khususnya para pelajar agar lebih meningkatkan dan mengembangkan kreativitasnya dalam budaya seni lukis. Dengan adanya ajang seperti saat ini, Mereka (para seniman muda) dapat mengekspresikan dirinya sendiri dengan gambar yang ia suka," pungkas Gom.
(alj/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tahapan-penjurian-lomba-lukis-virtual-gelegar-payung-nusantara-tahun-2021.jpg)