TERUNGKAP Penyebab Kecelakaan Maut Vanessa dan Bibi, Sang Supir Bermain Handphone saat Nyetir
Sopir mobil Vanessa Angel, Tubagus Muhammad Joddy, mengakui bahwa sempat bermain ponsel saat menyetir sebelum kecelakaan terjadi.
TRIBUN-MEDAN.com - Polisi telah memeriksa beberapa saksi dalam kecelakaan mobil tunggal di ruas tol Jombang-Mojokerto yang menewaskan Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah.
Pemeriksaan juga telah dilakukan terhadap sopir Vanessa Angel, Tubagus Joddy, yang kini masih berstatus sebagai saksi.
Sopir mobil Vanessa Angel, Tubagus Muhammad Joddy, mengakui bahwa sempat bermain ponsel saat menyetir sebelum kecelakaan terjadi.
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Pol Latif Usman mengatakan, tindakan memainkan ponsel saat berkendara itu adalah bentuk kesengajaan yang membahayakan penumpang dan dapat dikenakan hukuman pidana.
“(Main handphone) tindak pidana karena dia sengaja bisa membahayakan nyawa orang lain," kata Latif Usman, dikutip di kanal YouTube Deddy Corbuzier.
"Iya sengaja. Dia kan tahu seperti menggunakan HP, unggal-ugalan (dilarang). Itu sengaja dia berarti. Bisa membahayakan, dan mengakibatkan terjadinya kecelakaan,” ucapnya lagi.
Latif Usman mengatakan, seseorang yang dengan sengaja membahayakan nyawa orang lain bisa dikenakan pasal 311 Undang-Undang (UU) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 3 juta.
“Kalau ketiduran, lalai (bisa) dikenakan pasal 310. Kalau pecah ban, lalai karena tidak memeriksa kendaraan sebelum berangkat, itu termasuk lalai,” ucap Latif Usman.
“Tapi, kalau menggunakan HP, berarti ada kesengajaan bisa membahayakan penumpang. Bukan lalai lagi karena ketentuannya tidak boleh (menyetir sambil main handphone),” katanya lagi.
Latif Usman mengatakan, sampai saat ini kepolisian masih terus mendalami kasus kecelakaan tunggal yang menyebabkan Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah meninggal dunia.
Mulai dari memeriksa saksi mata di lokasi, pemeriksaan CCTV di sekitar lokasi kejadian, saksi ahli, hingga unggahan media sosial dari Tubagus Joddy yang sempat dihapus.
“Ini yang sedang kita dalami, informasi-informasi sampai di TKP (tempat kejadian perkara) itu menggunakan HP masih kita dalami informasi tersebut,” tutur Latif Usman.
Diberitakan sebelumnya, Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah, meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di Tol Nganjuk arah Surabaya, pada Kamis (4/11/2021).
Tubagus Joddy yang mengendarai mobil tersebut mengaku bahwa ia sempat bermain ponsel saat menyetir sebelum kecelakaan terjadi.
Hal itu diungkap Tubagus Joddy saat menjalani pemeriksaan di Kepolisian Resor Jombang, Jawa Timur.
"Iya, katanya begitu saat diinterogasi," kata Kepala Seksi Kecelakaan Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur Kompol Hendry Ferdinan Kennedy di Surabaya, Sabtu (6/11/2021), seperti dilansir dari Antara.
Selain itu, dari pemeriksaan sementara, Tubagus Joddy juga mengakui bahwa mengendarai mobil dengan kecepatan lebih dari 100 kilometer per jam.
Detik-detik Anak Vanesa Gala Sky Selamat
Aris Ali (39), seorang pedagang buah nanas di Underpass Pucangsimo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, memberi kesaksian.
Tempat Ali berjualan tepat berada di bawah tol lokasi kecelakaan maut Vanessa Angel. Sesaat setelah tabrakan maut terjadi, Aris melihat posisi Vanessa dan anaknya, Gala Sky berada di luar mobil.
"Posisi bayi di luar mobil. Enggak tahu, saya tahunya sudah di luar. Jarak (Gala) sama mobil sekitar dua meteran. Jarak (Gala) sama Vanessa tiga meteran," kata Aris kepada Kompas.com, Senin (8/11/2021).
Namun Aris saat itu tidak mengetahui bahwa korban kecelakaan maut itu adalah Vanessa Angel.
Karena suara tabrakan yang sangat keras, dia dan sejumlah warga berinisiatif naik ke tol untuk melihat apa yang terjadi.
Menurutnya, Gala saat itu dalam kondisi sadar, sedang merangkak sambil menangis.
"Saya naik (ke jalan tol), melihat anaknya Vanessa merangkak dan menangis, dari depan mobil. Anaknya saya gendong tak kasihkan ke sopirnya," ujarnya.
Tuturkan kondisi saat kecelakaan
Awalnya, Aris melihat dua orang yang berada di luar mobil, yakni Vanessa dan Gala. Sementara sang sopir, Tubagus Muhammad Joddy Pramas Setya, keluar mobil ketika Aris naik ke jalan tol.
"Dua orang masih di dalam mobil, dua di luar. Yang di luar itu Mbak Vanessa sama anaknya, sama sopirnya baru keluar," kata Aris.
Dia menuturkan, kondisi mobil Pajero warna putih itu mengalami kerusakan parah pada bagian depan dan bodi kiri.

Sempat dititipi Gala
Aris yang sempat menyerahkan Gala kepada sopir (Tubagus Joddy), justru dimintai tolong untuk membawa Gala berteduh.
Tubagus Joddy lalu menelepon keluarga untuk memberitahukan kejadian tersebut.
Aris lalu meminta bantuan pengemudi mobil yang melintas dan meletakkan bayi Gala di dalam mobil agar tidak kepanasan.
"Yang masukkan bayi ke mobil warna abu-abu, saya. Saya titip karena kasihan. Anaknya sadar, nangis, saya gendong nangis terus," ujar Aris.
Aris dan sejumlah warga berusaha membantu evakuasi korban dan mengatur lalu lintas hingga polisi datang ke lokasi.
Setelah polisi tiba, Gala kemudian diserahkan kepada petugas.

Kecelakaan renggut nyawa Vanessa dan suaminya
Sebagaimana diberitakan, mobil Pajero yang ditumpangi keluarga Vanessa Angel mengalami kerusakan parah pada bagian depan dan body kiri akibat kecelakaan tunggal di Kilometer 672+300 jalur A ruas Tol Jombang arah Mojokerto.
Pajero warna putih dengan Nopol B 1264 BJU yang ditumpangi keluarga Vanessa Angel, mengalami kecelakaan di ruas jalan tol di wilayah Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (4/11/2021) pukul 12.34 WIB.
Kecelakaan di ruas tol Jombang-Mojokerto tersebut menyebabkan Vanessa Angel dan suaminya, Febri Andriansyah, meninggal dunia.
Sedangkan Tubagus Joddy yang merupakan sopir, anak Vanessa dan Siska Lorensa, asisten rumah tangga keluarga Vanessa Angel mengalami luka.
Kesimpulan sementara dari kepolisian, kendaraan yang dikemudikan Tubagus Muhammad Joddy Pramas Setya (24) menabrak pembatas pada sisi kiri jalan tol.
Polisi juga tidak menemukan adanya bekas pengereman di lokasi kecelakaan.
(KOMPAS.com/ Kontributor Jombang, Moh. Syafií)