Breaking News:

Dinkes Karo Masih Tunggu Arahan Terkait Vaksinasi Bagi Anak Usia 6-11 Tahun

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan rekomendasi vaksinasi anak di bawah usia 12 tahun.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
Tribun Medan/HO
Vaksinasi Covid-19 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karo, masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait pemberian vaksin bagi anak usia enam hingga 11 tahun.

Diketahui, beberapa waktu lalu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan rekomendasi vaksinasi anak di bawah usia 12 tahun.

"Memang sudah ada rekomendasi, tapi kita tetap masih menunggu instruksi dari Kemenkes," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karo Arie O Lopiga, Selasa (9/11/2021).

Baca juga: Manajemen Mal Centre Point Ngamuk-ngamuk, Pengunjung Terjun Bebas, Sekuriti Ajak Duel Wartawan

Arie menjelaskan, dari beberapa jenis vaksin yang ada saat ini BPOM sudah memberikan rekomendasi tiga jenis vaksin yang diberikan bagi anak usia 12 tahun. Ketiganya ialah, Pfizer, Sinovac, dan Sinopharm.

Hingga saat ini, Dinkes Karo masih fokus untuk menyalurkan vaksinasi bagi masyarakat umum hingga ke kalangan remaja. Dikarenakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sudah dilakukan, yang menjadi fokus penyaluran vaksin ialah bagi siswa sekolah.

"Masih di tingkat remaja, sampai ke Lansia juga," ucapnya.

Dijelaskan Arie, saat ini pihaknya mencatat untuk saluran vaksinasi seluruh Kabupaten Karo secara umum sudah mencapai lebih dari 65 persen. Secara rinci, untuk dosis pertama sebanyak 67,82 persen dan dosis kedua sebanyak 43,87 persen.

Baca juga: Kesawan City Walk Akan Dibuka Lagi 19 November 2021, Pengunjung Wajib Pakai Aplikasi Peduli Lindungi

"Secara umum yang dihitung itu cakupan memang vaksinasi pertama, jadi kita sudah hampir mencapai 70 persen," ungkapnya.

Berdasarkan data yang didapat dari Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Karo, hingga saat ini jumlah kasus terkonfirmasi secara akumulatif mencapai 2163 kasus. Dengan rincian kasus yang masih aktif dan sedang menjalani isolasi sebanyak empat orang.

Kasus yang telah dinyatakan sembuh, mencapai 1943 jiwa. Sedangkan untuk kasus yang telah dinyatakan meninggal, sebanyak 216 jiwa.

(cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved