Breaking News:

Kisah Penambang Batu di Toba, Rela Jadi Tersangka Demi Kelangsungan Hidup Keluarga

Ia tidak dapat menemukan pekerjaan lain selain menambang batu. Tujuannya, membeli beras dan susu untuk anaknya.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Royandi Hutasoit
MAURITS PARDOSI/ TRIBUN MEDAN
Keempat tersangka sedang berada di ruang Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar pada Selasa (9/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA – Seorang tersangka kasus penambangan illegal dengan inisial BJM menceritakan kisahnya yang begitu menyedihkan.

Dengan wajah tertunduk, ia mengisahkan bagaimana perjuangannya memenuhi kebutuhan keluarganya dari hasil penambangan batu tersebut.

Setelah sempat ditutup sejak bulan April 2021, ia tetap memilih menjadi penambang batu secara illegal.

Ia tidak dapat menemukan pekerjaan lain selain menambang batu. Tujuannya, membeli beras dan susu untuk anaknya.

“Saya menambang batu sudah tiga bulan terakhir ini setelah batu itu ditutup. Kami luntang-lantang, enggak ada kerjaan. Kami mencuri batu ini secara terpaksa demi membeli susu dan beras,” ujarnya pada Selasa (9/11/2021).

Dengan kesusahannya selama ini mencari pekerjaan lain selain menjadi penambang batu, ia berharap pemerintah agar membuka mata melihat nasib mereka, warga penambang batu di Desa Sigaol Timur, Kecamatan Uluan Kabupaten Toba.

“Kami minta kepada bapak yang ada di pemerintahan memberikan solusi yang terbaik buat kami masyarakat di Siegar Aek Nalas yang sangat butuh pekerjaan tersebut,” sambungnya.

Sebagai tersangka, ia juga mengisahkan sejumlah rekannya juga sudah beberapa ditangkap polisi. Ia mengaku bahwa tidak ada pekerjaan lain yang dapat dilakukan selain menambang batu tersebut.

Kini, ia harus menanggung hukuman demi keluarga. “Sebelum kami, sudah ada yang ditangkap polisi,” ungkapnya.

Setelah Bupati Toba Poltak Sitorus mengetahui penambangan tersebut, namun tidak ada perhatian serius.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved