Breaking News:

Kisah Penambang Batu di Toba, Rela Jadi Tersangka Demi Kelangsungan Hidup Keluarga

Ia tidak dapat menemukan pekerjaan lain selain menambang batu. Tujuannya, membeli beras dan susu untuk anaknya.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Royandi Hutasoit
MAURITS PARDOSI/ TRIBUN MEDAN
Keempat tersangka sedang berada di ruang Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar pada Selasa (9/11/2021). 

Bahkan, sejumlah warga telah ditangkap polisi, Bupati seakan diam saja terhadap masalah tersebut.

Pasalnya, beberapa kali pihak pemerintah Toba sudah melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD dan warga penambang batu.

“Ya, kalau perhatian itu tetap ada. Tapi besaran perhatian itu tidak cukup. Pemerintah pernah memberikan BLT dengan jumlah Rp 300 ribu. Untuk membuka pekerjaan lain, pemerintah tidak ada berikan,” sambungnya.

Hingga saat ini, ia pasrah dengan keadaannya. Sampai saat ini, pemerintah tidak mampu memberikan solusi terbaik terhadap para penambang batu tersebut.

“Kalau soal lokasi itu dilegalkan pemerintah, itu terseah pemerintahlah. Sebab, mengambil batu itu adalah upaya kami menyambung hidup. Kami sangat butuh perhatian pemerintahlah,” pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved