Breaking News:

Polisi Tangkap Empat Penambang Batu di Desa Sigaol Timur Kecamatan Uluan Toba

Polres Toba menangkap empat orang warga yang menambang batu dari tebing di pinggiran Danau Toba.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Polres Toba menampilkan empat tersangka penambang ilegal, Selasa (9/11/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBAPolres Toba menangkap empat orang warga yang menambang batu dari tebing di pinggiran Danau Toba.

Keempat tersangka itu ditangkap saat menuju tangkahan itu adalah BJM, NS, RS, dan VM.

Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar mengatakan, keempat tersangka tersebut mengambil batu dari tebing di pinggiran Danau Toba yang terletak di Desa Sigaol Timur, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba.

“Asal batu ini memang dari kawasan Siregar Aek Nalas. Sebelumnya, April 2021, kami sudah melakukan penindakan terhadap para penambang ilegal,” katanya.

Pada penangkapan kali ini, keempat tersangka menggunakan alat secara manual dalam menambang batu. 

Kepolisian menangkap keempat tersangka saat mendekat dengan tangkahan. Batu yang ditemukan pihak kepolisian mendapati 14 kubik di kapal kayu dan siap untuk ditampung di tangkahan.

“Jadi, pada saat mereka merapat ke tangkahan, kami langsung melakukan penindakan dan dari para tersangka diamankan kapal kayu yang bermuatan batu sebanyak 14 kubik,” ungkapnya. 

“Dan pada saat ini, para tersangka masih kami  lakukan proses penyidikan dan sudah kita lakukan penahanan di Polres Toba,” terangnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa para tersangka akan dijerat hukuman penjara selama 5 tahun.

“Pengambilan batunya secara manual. Untuk para tersangka, ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” 

Selanjutnya, ia juga mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kelestarian Danau Toba dengan tidak menambang secara ilegal.

“Dan perlu kami tambahkan juga kepada masyarakat untuk sekian kalinya kami imbau agar tidak melakukan penambangan batu di sekitar pinggiran Danau Toba. Ini juga merusak lingkungan sekitar Danau Toba, karena kawasan ini merupakan kawasan pariwisata tingkat Internasional sesuai dengan rencana pemerintah pusat,” sambungnya.

“Dan juga perintah  Pak Kapolda kepada kami untuk melakukan tindakan terhadap pelanggaran perusakan lingkungan di sekitar Danau Toba,” pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved