Breaking News:

Banjir di Sergai

Warga di Kecamatan Sei Rampah Sudah Setengah Bulan Terendam Banjir Hingga Sakit-sakitan

Warga di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) sudah setengah bulan terendam banjir dan ada yang sakit-sakitan

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
Rumah warga terendam banjir di Dusun I Senangkung, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, Selasa (9/11/2021).(TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI - Warga yang rumahnya berada di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai sudah setengah bulan terendam banjir.

Ada lima desa yang terdampak, dan kini warganya tak bisa melakukan aktivitas apa-apa.

Amatan www.tribun-medan.com di Dusun I, Senangkung, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, debit air kian tinggi dan sudah mencapai dada orang dewasa.

"Sudah ada hampir setengah bulan ini rumah kami terendam banjir. Kemarin dua hari yang lalu sempat surut, cuma karena hujan terus sampir setiap hari, naik lagi jadinya banjirnya hari ini," ujar Hermansyah, warga sekitar, Selasa (9/11/2021). 

Baca juga: Antisipasi Banjir Rob Rendam Ratusan Rumah Warga Bagan Percut, Camat Lakukan Hal Ini

Ia mengatakan, saat ini dirinya bersama keluarga masih bertahan di rumah, meski air tak kunjung surut. 

"Kalau di rumah sebetis lah tingginya, keluar rumah baru setinggi paha orang dewasa bahkan sedada," ujar Hermansyah.

Ditanya soal bantuan, Hermansyah mengaku sebelumnya sudah mendapat sembako.

"Sembako tersebut diletakkan di posko. Jadi warga bersama-sama memasak di posko. Kami warga tinggal ngambil masing-masing ke posko," sambungnya. 

Saat disinggung soal bantuan obat-obatan, Hermansyah menambahkan sudah di arahkan ke puskesmas terdekat.

Baca juga: Camat Percut Seituan Ungkap Alasan Keterlambatan Pemberian Bantuan Kepada Korban Banjir Rob

"Saya sendiri sudah mulai gatal-gatal, dan batuk. Kalau mau berobat di arahkan ke puskesmas," ujar Hermansyah. 

Banjir yang melanda ribuan rumah di Kecamatan Sei Rampah ini sudah berulang kali terjadi dalam setahun ini, namum kali ini yang paling parah. 

"Airnya ini kiriman dari atas, yaitu Kecamatan Dolok Masihul. Meluap lah Sungai Bedagai, hujan pun masih berlangsung tiap malam," tutup Hermansyah.(cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved