Breaking News:

Garuda Indonesia Secara Teknis Sudah Bangkrut, Ini 5 Upaya Kementerian BUMN untuk Penyelamatannya!

"Kondisi Garuda saat ini negatif ekuitas 2,8 miliar dolar AS (setara Rp40 triliun) atau sudah technically bankrupt," ucap Kartika Wirjoatmodjo.

Editor: Liston Damanik
HO/Garuda Indonesia
Maskapai Garuda Indonesia meluncurkan livery khusus visual masker pada bagian depan (hidung) pesawat Airbus A330-900 Neo. 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan maskapai Garuda Indonesia sebenarnya secara teknis sudah dalam posisi bangkrut karena ekuitas maskapai berkode saham GIAA ini negatif.

"Kondisi Garuda saat ini negatif ekuitas 2,8 miliar dolar AS (setara Rp40 triliun) atau sudah technically bankrupt," ucap Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo saat rapat bersama DPR Komisi VI, (9/11/2021).

Kartika menjelaskan, ekuitas negatif disebabkan tidak seimbangnya neraca keuangan perseroan di mana nilai liabilitas lebih besar daripada aset.

Nilai liabilitas Garuda tercatat sebesar 9,8 miliar dolar AS.

Jika dirinci, liabilitas GIAA berasal dari utang vendor swasta, utang vendor BUMN, Obligasi Wajib Konversi, Sukuk, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset, utang bank, dan utang lessor (perusahaan penyewaan pesawat).

Untuk utang perseroan kepada para lessor, tercatat memiliki kontribusi yang paling besar terhadap liabilitas, yakni senilai 6,3 miliar dolar AS.

Sementara nilai aset Garuda Indonesia cuma senilai 6,8 miliar dolar AS.

Neraca garuda saat ini mengalami negatif ekuitas 2,8 miliar dolar AS. 

Negatif Garuda ini sudah Rp40 triliun. Di mana di sisi aset 6,9 miliar dolar AS, di sisi liabilitas mencapai 9,8 miliar dolar.

Liabilitas terdiri dari utang vendor swasta, utang vendor BUMN, Obligasi Wajib Konversi, Sukuk, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset, utang bank, dan utang lessor.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved