Breaking News:

Hujan Deras Makin Tenggelamkan Permukiman Warga di Sei Rampah

Hujan deras yang mengguyur pada Selasa (9/11/2021) malam makin menenggelamkan permukiman warga di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
Hujan deras makin merendam rumah warga yang berada di Dusun III, Kampung Mandailing, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, Selasa (9/11/2021) malam.(TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI - Kondisi hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Selasa (9/11/2021) malam menyebabkan banjir makin tinggi di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai.

Dampaknya, banjir tenggelamkan permukiman warga di Dusun III, Kampung Mandailing, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah.

"Banjir ini makin naik dari jam 20.30 WIB, pada siang harinya masih di sekitaran teras rumah. Sekarang sudah masuk ke dalam rumah.

Tinggi air di dalam rumah sudah mencapai setinggi paha orang dewasa, kalau di halaman rumah sudah sepinggang," ujar Emsajunianto (54), Selasa malam.

Baca juga: Sempat Terendam Banjir, Kondisi Jalinsum Tanjungmorawa Rusak dan Bahayakan Pengendara

Lanjut Emsajuniato, tindakan yang ia lakukan saat ini mengamankan harta benda, menaikan perabot miliknya agar tidak terendam banjir

"Melihat air yang makin naik, malam ini saya mengungsi. Kalau hujan deras seperti malam ini sudah pasti besok pagi akan lebih tinggi airnya. Mengingat ini masih di bulan November sampai bulan Desember," ujar Emsajunianto.

"Banjir ini terjadi setiap 20 tahun sekali. Ini diakibatkan curah hujan yang tinggi, dan luapan Sungai Bedagai," sambungnya. 

Banjir yang melanda hampir seluruh Kecamatan Sei Rampah ini, sudah dua minggu terjadi dan diprediksi bulan Januari 2022 baru surut. 

Baca juga: Lapang Dada Pernah Suruh Suaminya Nikah Lagi, Potret Artis Seksi Ini di Usia 43 Tahun Banjir Pujian

"Ini nanti memang bakal surut, cuma ya itu nanti naik lagi. Kalau pengalaman kami yang sudah kami jalani seusia saya, hanya sungai yang mengarah Kecamatan Tanjung Beringin dari mulai titi rel kereta api, ruasnya sangat sempit," ujar Emsajunianto. 

Emsajunianto juga menambahkan, ia menilai masyarakat tidak ada kesadaran menanam sawit di bantaran sungai bahkan membangun rumah. 

"Harapan saya mewakili warga semuanya, kepada Kabupaten Serdangbedagai, walaupun infonya katanya gawaian Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi, paling tidak ranah ini dibawa pemerintah Sergai ke pusat, atau provinsi.

Karena asal kami tanyak ini gawaiannya BWS provinsi pusat, tapikan tidak hanya berhenti disitu, paling tidak BWS Serdangbedagai bisa berbuat," ujar Emsajuniato.

Baca juga: Pak Bupati Sergai, Banjir Sei Rampah Sudah 15 Hari Rendam Ribuan Warga: Kami Sudah Sangat Menderita

Jika dilakukan penyedotan untuk mengurangi debit air, Emsajuniato ia menilai tidak ada gunanya. 

"Kalau penyedotan air tidak ada gunanya, karena sama saja aliran Sungai Bedagai yang mengarah ke daerah Kecamatan Tanjung Beringin itu sempit, kemana mau dibuang ke kanan ke kiri tidak mungkin.

Karena air dari sini tidak lepas ke laut. Intinya ada pengerukan dan pelebaran ruas sungai lah yang kami harapkan," ujar Emsajunianto. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved