Breaking News:

Kabupaten Sergai Kembali Terapkan PPKM Level 1, Ini Ketentuan Bagi Masyarakat

Kabupaten Serdangbedagai kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1.

TRIBUN MEDAN
Update Covid-19 Sumatera Utara 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Kabupaten Serdangbedagai kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1.

"Alhamdullilah, setelah melalui kajian yang didasarkan pada beberapa indikator, Kabupaten Sergai, akhirnya masuk ke Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1, berdasarkan Inmendagri No 58 Tahun 2021," ujar Juru Bicara Satgas Covid-19, H Akmal, Rabu (10/11/2021). 

Lanjut Akmal, sesuai dengan Inmendagri tersebut, ada beberapa pelonggaran kegiatan untuk beberapa sektor esensial seperti pendidikan, perkantoran, kesehatan, hingga perekonomian, namun tetap mentaati protokol kesehatan (prokes).

"Untuk Kabupaten Sergai, sudah tidak ada lagi kawasan dusun yang masuk ke dalam zona merah, hanya tersisa dusun yang masuk ke dalam zona kuning dan hijau. Masing-masing zona punya ketentuan sendiri dalam pelaksanaan kegiatan publik," ujar Akmal. 

Dirinya juga melanjutkan, proses belajar mengajar pada level 1, baik sekolah, perguruan tinggi, maupun tempat pendidikan lainnya, untuk wilayah yang berada dalam zona hijau dan zona kuning, melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan pengaturan teknis dari Kemendikbud Ristek dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Sementara itu, kegiatan perkantoran, tempat kerja pembatasan dilakukan dengan menerapkan Work From Home (WFH) dan WFO, zona kuning kouta 50 persen, sedangkan zona hijau 75 persen. 

Ketentuan yang sama juga berlaku untuk area pusat perbelanjaan atau pusat perdagangan seperti pasar dan mal, di mana pada zona hijau maksimal pengunjung adalah 75 persen dan zona kuning 50 persen. 

"Pada level 1 PPKM ini, pelaksanaan kegiatan pada area publik (fasilitas umum, taman umum, tempat wisata, atau area publik lainnya), di izinkan dibuka dengan pembatasan kapasitas maksimal 50 persen dengan menggunakan aplikasi peduli lindungi atau penerapan prokes yang diatur oleh pemerintah daerah," ujar Akmal. 

Sama halnya juga dengan acara resepsi pernikahan dan kegiatan hajatan, di izinkan paling banyak 50 persen dari kapasitas, dengan penerapan prokes yang ketat dan tidak ada hidangan makanan ditempat.

"Data terakhir per 8 November 2021, tersisa tiga warga Sergai yang terkonfirmasi Covid-19 dan semoga secepatnya warga kita ini bisa kembali sehat dan Sergai bisa total lepas dari Covid-19," ujar Akmal. 

Meskipun begitu, Akmal menegaskan jika kondisi yang berangsur-angsur pulih ini jangan sampai membuat masyarakat lengah.

“Protokol kesehatan harus terus dijalankan dengan disiplin. Ancaman pandemi masih akan terus membayangi, maka dari itu kerja sama dan sinergitas kita bersama akan jadi penentu keberhasilan melewati tantangan ini. Disamping tetap menerapkan protokol kesehatan 5M secara disiplin. Masyarakat juga diimbau untuk terus melaksanakan vaksin Covid-19," tutup Akmal. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved