Breaking News:

Angkasa Pura II Dapat Potongan Rp 3,8 Miliar untuk PBB Bandara Kualanamu

Awalnya tagihan PBB Bandara Internasional Kualanamu untuk tahun ini sebesar Rp 23 miliar.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
Penumpang check in di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, Senin (5/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Pemkab Deliserdang akhirnya menyetujui permohonan pengurangan tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Bandara Internasional Kualanamu yang diajukan PT Angkasa Pura II. 

Awalnya tagihan PBB Bandara Internasional Kualanamu untuk tahun ini sebesar Rp 23 miliar.

Setelah disetujui pengurangannya, tagihan menjadi Rp 19,2 miliar atau berkurang Rp 3,8 miliar. 

Kabid PBB Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Deliserdang Fitra mengatakan, pengurangan tagihan PBB memperhatikan hasil audit keuangan eksternal. 

"Karena hasil audit eksternal itu pada tahun ini bandara rugi Rp 200 miliar. Makanya tagihannya dikembalikan seperti tahun lalu sebesar Rp 19,2 miliar. Kita kan harus objektif juga karena memang mereka merugi banyak dengan situasi sekarang ini (pandemi)," ujar Fitra Kamis, (11/11/2021).

Fitra mengatakan, sampai pertengahan November ini, realisasi PBB di Deliserdang masih di bawah 50 persen.

"Capaian penerimaan masih 31 persen untuk PBB. Pendapatannya kalau dirupiahkan masih Rp 162 miliar. Bandara memang belum bayar sama kita," kata Fitra.

Executive General Manager Angkasa Pura II Bandara Kualanamu, Heriyanto Wibowo belum bersedia berkomentar tentang kapan akan melunasi PBB bandara itu. 

" Aku cek dulu lah. Nanti saya lihat data dulu," katanya. (dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved