Breaking News:

Banjir di Kabupaten Sergai Makin Tinggi, Pelajar Terpaksa Tidak Masuk Sekolah

Banjir di Kabupaten Sergai tak kunjung surut selama dua minggu terakhir. Ribuan rumah tenggelam dan warga tak bisa beraktivitas

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
Sekolah SMK N 1 Sei Rampah, di Dusun V, Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, terendam banjir, Kamis (11/11/2021).(TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI - Sejumlah wilayah di Kabupaten Sergai, khususnya di Kecamatan Sei Rampah sudah dua minggu terakhir direndam banjir.

Sampai hari ini, Kamis (11/11/2021), banjir tak kunjung surut, bahkan debitnya makin naik.

Karena banjir merendam hampir seluruh kawasan di Kabupaten Sergai, aktivitas perkantoran, dan sekolah lumpuh. 

Pantauan www.tribun-medan.com di SMK Negeri 1 Sei Rampah, Dusun V, Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, air masih setinggi dada orang dewasa. 

Baca juga: Penampakan Banjir di Desa Sei Rampah Sergai Yang Makin Meluas Melalui Drone

"Sekarang ini sekolah kami di SMK Negeri 1 Sei Rampah kondisinya lumpuh total. Seluruh kelas terendam banjir, kecuali musala," ujar Surianto, Kepala Sekolah SMK N 1 Sei Rampah, Kamis (11/11/2021). 

Lanjut Surianto, saat ini siswa-siswi di SMK Negeri 1 Sei Rampah terpaksa tidak masuk sekolah, dan kembali belajar daring dari rumah.

"Tiga hari yang lalu anak-anak masih bisa sekolah, namun hingga hari ini debit air makin tinggi, karena curah hujan yang tinggi jadi anak-anak di daringkan," ujar Surianto. 

Baca juga: Banjir di Serdangbedagai Makin Parah, Warga Berangsur Meninggalkan Rumah

Adapun total siswa SMK N 1 Sei Rampah 835 orang yang terdiri dari 24 kelas. 

"Kepada pemerintah, tanggap lah dengan situasi kami yang sekarang ini. Karena pengaruh meluapnya air Sungai Bedagai membuat kemari lah airnya. Jadi mudah-mudahan dengan pengerukan sungai nantinya, bisa segera surut kembali," sambungnya. 

Banjir yang merendam hampir seluruh Kecamatan Sei Rampah sudah menjadi musibah tahunan. 

"Ini pun merupakan banjir tahunan, ini yang paling besar selama puluhan tahun saya di sini," tutup Surianto. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved