Breaking News:

Bupati Toba Larang Perantau Pulang Kampung, Warga: Aneh, Wisatawan Boleh Datang

Sejumlah perantau yang berasal dari Kabupaten Toba protes terhadap kebijakan Bupati Toba yang dianggap aneh dan tak masuk akal

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Bupati Toba Poltak Sitorus menyatakan dirinya tidak mengintervensi pegadaan bibit jagung senilai Rp 6,1 miliar yang dianggap bermasalah. 

TRIBUN-MEDAN.COM,TOBA- Bupati Toba, Poltak Sitorus sempat larang perantau pulang kampung dengan alasan menghindari penyebaran Covid-19.

Tapi di sisi lain, Poltak Sitorus justru membolehkan wisatawan dari luar daerahnya datang ke wilayah Kabupaten Toba.

Hal ini lantas menuai respon negatif dari sejumlah perantau.

Menurut para perantau, Poltak Sitorus tidak konsisten dalam menerapkan aturan.

Baca juga: Akun Medsos Mengatasnamakan Bupati Toba Tawarkan Jual Beli Jabatan, Poltak: Bertobatlah

"Saya kita ini pernyataan lucu. Perantau dilarang pulang kampung, tapi wisatawan boleh datang ke Bulbul," kata Albert Siagian (32), perantau yang kini tinggal di Jakarta, Jumat (12/11/2021).

Albert mengatakan, kalau Poltak Sitorus ingin menerapkan aturan, jangan tebang pilih.

Kemudian, apa Poltak Sitorus bisa menjamin, bahwa wisatawan lebih sehat dari pada perantau.

Maka dari itu, Poltak Sitorus diminta tidak mengeluarkan kebijakan yang aneh-aneh.

Baca juga: Viral Akun Medsos Atasnama Bupati Toba Poltak Sitorus Diduplikat, Hingga Tawarkan Jual Beli Jabatan

Jika ingin menjalankan kebijakan, maka jangan ada tebang pilih dalam pelaksanaannya. 

“Mohon lebih dipikirkan lagi pak Bupati. Kami pun paham soal prokes," katanya.

Sebelumnya, Poltak Sitorus larang perantau pulang kampung saat Natal dan Tahun Baru 2022 dengan alasan mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Tapi di sisi lain, Poltak Sitorus malah membolehkan wisatawan dari luar masuk ke wilayahnya.(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved