Breaking News:

Ekspor Karet Sumut Melonjak, Amerika Serikat Geser Jepang sebagai Tujuan Ekspor Terbesar

Volume ekspor karet Sumut di bulan Oktober sebanyak 31.568 ton atau naik 3.725 ton (13,4 persen) dibandingkan bulan lalu.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Royandi Hutasoit
HO / Tribun Medan
Seorang petani Menderes karet di kebun beberapa waktu lalu 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Volume ekspor karet asal Sumatera Utara (Sumut) ke Amerika Serikat mengalami lonjakan tajam  untuk periode pengapalan di bulan Oktober 2021.

Kini, AS berhasil menggeser Jepang ke posisi kedua yang sebelumnya selalu mendominasi sebagai tujuan utama ekspor karet Sumut.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah mengungkapkan jika saat ini pengapalan karet ke Amerika Serikat mengalami peningkatan 3 persen dibanding bulan September lalu.

“Di bulan Oktober, pengapalan karet ke Amerika Serikat mencapai 23,9 persen dari total volume ekspor Sumut. Ini mengalami kenaikan sekitar 3 persen, karena di bulan September, volume ekspornya sebesar 20,6 persen," ungkap Edy, Jumat (12/11/2021).

Peningkatan volume ekspor karet ke Amerika Serikat ini menurut Edy sejalan dengan beberapa indikator perbaikan, diantaranya penciptaan lapangan kerja pada Oktober meningkat,disahkannnya RUU infrastruktur senilai US$1 triliun.

"Ini tentunya menjadi angin segar bagi gairah industri," ujarnya.

Disebutkan Edy, volume ekspor karet Sumut di bulan Oktober sebanyak 31.568 ton atau naik 3.725 ton (13,4 persen) dibandingkan bulan lalu yang tercatat sebanyak 27,843 ton. 

Edy menilai kinerja ekspor ini berangsur membaik, dimana delay shipment (penundaan pengapalan) dari pihak buyer semakin berkurang. Delay shipment karena kelangkaan palet-metalbox memang masih berlanjut tetapi trendnya sudah menurun.

"Hanya saja secara kumulatif untuk periode Januari-Oktober 2021 masih menurun 10.633 ton (3,4 persen) dibandingkan dengan pada periode yang sama tahun di 2020," tuturnya.

Selain Amerika Serikat, adapun negara tujuan utama ekspor karet Sumatera Utara posisi Oktober adalah Jepang (14,2%), Turki (11,3%), Kanada (6,9%), dan Brazil (6,6%).

"Volume ekspor yang akan datang kita perkirakan masih tertahan karena kondisi ketersediaan bahan baku. Apa lagi saat ini sentra karet di bagian Utara equator sedang musim hujan," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved