Breaking News:

Jadi Finalis Apresiasi Kreasi Indonesia Kemenparekraf, Makame Rempah Bertekad Jadi Inspirasi UMKM

Makame Rempah merupakan produsen minuman rempah berbentuk butiran gula (granules) berbahan dasar rimpang khas Sumatera.

TRIBUN MEDAN/HO
UMKM Makame Rempah saat mengikuti pameran di Mal Delipark, Medan, belum lama ini. Makame Rempah berhasil menjadi salah satu finalis dalam ajang Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2021. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – UMKM wanita, Makame Rempah berhasil menjadi salah satu finalis  dalam ajang Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2021 yang dilaksanakan di Medan, 5-8 November 2021. Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) merupakan program pengembangan ekonomi kreatif pada subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik, film, animasi, aplikasi dan permainan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraft). Makame Rempah berhasil menjadi finalis setelah menyisihkan 4.251 peserta dan berada di posisi lima besar dari subsektor kuliner.

Founder Makame Rempah, Rahma Yulia mengatakan, Makame Rempah merupakan produsen minuman rempah berbentuk butiran gula (granules) berbahan dasar rimpang khas Sumatera. Dirinya mengaku tidak pernah mempersiapkan atau merencanakan untuk meraih prestasi tersebut mengingat Makame Rempah merupakan bagian dari aktivitasnya sehari-hari.

 "Kami tentunya sangat bangga dengan pencapaian ini, tapi di sisi lain kami juga ingin menjadikan pencapaian ini bukan sebagai puncak, melainkan titik awal perjuangan untuk terus berkembang dan melangkah ke depan. Kami juga berharap pencapaian kami dapat menjadi inspirasi bagi setiap pelaku UMKM wanita dan pengusaha di seluruh Indonesia,” ujarnya, Jumat (12/11/2021).

Dikatakan Rahma, Makame Rempah merupakan bisnis rintisan Rahma bersama suami, Erwan yang dimulai sejak Juli 2020. Makame Rempah telah menjadi UMKM yang bisa diterima oleh masyarakat yang berfokus pada minuman rempah berbentuk butiran gula (granules).  

Dikatakan Rahma,  kondisi yang ada saat ini memang tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Dilihat dari sudut pandang mana pun, kondisinya masih sangat sulit. Sedangkan dari sisi ekonomi, daya beli, dan aktivitas masih amat sangat terbatas. Meski demikian, kata Rahma, dirinya tak ingin menjadikan hal ini sebagai alasan untuk berhenti bertumbuh, dan tentunya berharap semua dapat menemukan berkah di balik kondisi sulit saat ini.

Rahma juga berpesan kepada orang-orang yang saat ini tengah berjuang bangkit dari keterpurukan ekonomi karena pandemi, termasuk para perempuan, agar tidak menyerah dan berusaha berkembang memulai usaha sendiri.

Baca juga: Pemko Promosikan Brand Lokal melalui Pojok UMKM di Grand Mercure Angkasa

"Kami akui, memulai bisnis dan mengembangkan bisnis tentunya tidak mudah. Akan tetapi, apabila kita terus berusaha dan tidak menyerah, kami optimistis tidak hanya bisnis tapi apa pun yang kita ingin lakukan pasti bisa terwujud,” katanya.

Produk Makame Rempah saat ini terdiri dari Jahe Merah, Kunyit Sereh, dan Temulawak Habbatussauda. Manfaat produk-produk Makame Rempah secara umum adalah untuk meningkatkan imun tubuh. Sedangkan secara khusus jahe merah sangat baik untuk radang tenggorokan, mengurangi kolesterol dan capek capek. Kunyit sereh baik untuk sakit lambung, dan temulawak untuk membantu meningkatkan fungsi hati.

“Harga yang ditawarkan Makame Rempah mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu. Produk-produk Makame Rempah bisa tersedia di Super Swalayan di Tasbih, Bina Swalayan Jl. Setia Budi, Diamond Swalayan Johor, Toko Saudi Store di Medan dan Banda aceh dan di beberapa warung kopi di Medan,” kata Rahma. (top/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved