Breaking News:

Jalan Tol akan Dijual untuk Bayar Utang, Didu: Saat Peresmian Kau Tampil, Saat Bangkrut Kau Hilang

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN menyindir rencana aksi jual jalan tol yang akan dilakukan perusahaan BUMN karya demi menutup utang.

Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN
Ilustras jalan tol.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menyindir rencana aksi jual jalan tol yang akan dilakukan perusahaan BUMN karya demi menutup utang.

Said Didu pun menyinggung sosok yang menurutnya selalu tampil saat peresmian jalan tol. Namun, ketika perusahaan BUMN yang ditugaskan mengalami masalah keuangan hingga harus 'menjual' aset jalan tol, tidak ada komentar sama sekali yang keluar dari sosok itu.Bahkan, Said Didu menyebut sosok itu bak hilang ditelan bumi

Said Didu tidak menyebut sosok yang hobi meresmikan jalan tol tersebut.

Hanya saja, ia menyinggung seseorang yang disebutnya memberikan penugasan membangun jalan tol hingga membuat perusahaan BUMN karya terlilit utang yang cukup besar.

"Saat peresmian jalan tol, engkau tampil bagaikan hero. Saat BUMN yang engkau tugaskan bangun jalan tol di tepi kebangkrutan dengang beban utang segunung karena penugasan tersebut engkau menghilang bagaikan di telan bumi," tulis Said Didu di Twitter, dikutip pada Jumat (12/11/2021)

Seperti dilansir dari Kontan, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan terus melakukan divestasi jalan tol untuk menyehatkan kinerja keuangan serta mengurangi beban utang yang kini menumpuk.

Emiten plat merah ini pun berencana untuk melepas aset jalan tol hingga tahun 2025 mendatang.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia Toto Pranoto mengatakan, jika melihat kondisi Waskita Karya saat ini, asset recycling berupa divestasi jalan tol memang mendesak untuk dilakukan.

Kendati begitu, Toto memberikan sejumlah catatan agar kondisi bisnis dan keuangan WSKT bisa pulih secara berkelanjutan.

Dalam hal ini, Toto merunut bahwa dalam kurun 7-8 tahun belakangan, WSKT tidak lagi hanya sebagai kontraktor, melainkan telah bertransformasi menjadi perusahaan investasi.

Halaman
1234
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved